Pretty Asmara Heran Tensi Darah Masyarakat Tinggi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pretty Asmara. Tempo/Hadriany Puji

    Pretty Asmara. Tempo/Hadriany Puji

    TEMPO.CO , Jakarta:Artis Pretty Asmara sempat kesal dan kecewa dengan maraknya pemberitaan soal begal yang belakangan ini jadi sorotan. Ditemui di sebuah acara pada Kamis malam (26/2), di kawasan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan wanita kelahiran Lumajang, Jawa Timur, 27 September 1977 ini mengatakan.

    "Saya sedih, kesal, kecewa dan marah menyaksikan pemberitaan soal begal. Memang, peristiwa ini akhirnya menyulutkan pro dan kontra. Dan saya yakin kesadisan masyarakat pastinya beralasan. Mereka pasti punya sesuatu yang sudah dipendam sehingga terjadi sikap yang sadis dan brutal baik dati si begal pelaku dan masyarakat yang marah yang kemudian membakar pelaku begal yang tertangkap," kata Pretty panjang lebar.

    Bintang bertubuh besar ini mencoba merenungi tentang suatu hal yang membuat tensi darah masyarakat begitu cepat tersulut amarah dan emosi.

    "Saya heran juga kok masyarakat sekarang tensi darahnya meninggi, cepat sekali marah dan bersikap salah kaprah."

    Pretty yang sempat membintangi Kejar Amerika, Tina Toon dan Lenong Bocah The Movie dan Kejarlah Jodoh Kau Kutangkap ini merindukan suasana masyarakat Indonesia yang selama ini dikenal sebagai bangsa ramah dan suka tolong menolong.

    "Sekarang nilai-nilai itu hilang. Seolah adanya kemarahan, tensi darah tingkat tinggi dan bersikap frontal merusak dan membabi buta. Semua maunya disesaikan snediri, main hakim sendiri, padahal katanya Indonesia negara hukum," kata Pretty prihatin.

    Tetapi wanita yang mendirikan Komunitas Selebriti bernama Coffee lover -- yang aktif dalam berbagai kegiatan hiburan yang berisikan penyanyi, presenter, pesinetron dan pelawak, ini juga menuturkan.

    "Saya paham tidak berjalannya hukum di Indonesia, jadi masyarakat terpancing membuat hukum sendiri."

    HADRIANI P.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.