Ini Sosok Maria Harfanti, Miss Indonesia 2015

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maria Harfanti asal DI Yogyakarta (kiri) bersama finalis dari Sumatera saat menunggu pengumuman malam puncak penobatan Miss Indonesia 2015 di JI-Expo Kemayoran Jakarta, 16 Februari 2015. Maria Harfanti asal DI Yoyakarta memenangkan Miss Indonesia 2015 dan menjadi wakil Indonesia diajang Miss World 2015.TEMPO/Nurdiansah

    Maria Harfanti asal DI Yogyakarta (kiri) bersama finalis dari Sumatera saat menunggu pengumuman malam puncak penobatan Miss Indonesia 2015 di JI-Expo Kemayoran Jakarta, 16 Februari 2015. Maria Harfanti asal DI Yoyakarta memenangkan Miss Indonesia 2015 dan menjadi wakil Indonesia diajang Miss World 2015.TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.COJakarta - Perwakilan asal DI Yogyakarta, Maria Harfanti, terpilih sebagai juara Miss Indonesia 2015 dalam pemilihan Senin malam, 16 Februari 2015.

    Dikutip dari laman Missindonesia.co.id, anak kedua dari tiga bersaudara ini pernah menjadi perwakilan dari Universitas Trisakti untuk mengikuti sebuah konferensi internasional di Thailand. Mantan asisten dosen ini pernah menjadi peserta dalam sebuah program pertukaran pelajar internasional pada tahun 2012.

    Ia juga mendapatkan kesempatan berharga menjadi tenaga pendidik bagi anak-anak tidak mampu di Provinsi Guizhou, Cina. Bagi Maria, pendidikan merupakan sebuah sumber daya yang tidak dapat dipandang sebelah mata, dan merupakan investasi berharga bagi masa depan bangsa. 

    Maria yang dapat menyanyi dan bermain piano ini sedang menempuh pendidikan master di Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Maria berpendapat, meski Indonesia memiliki perbedaan budaya, tetap harus berada di bawah bendera yang sama.

    "Kesatuan inilah yang harus kita jaga dan pertahankan,” kata Maria dalam laman Missindonesia.co.id.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.