Sineas Indie Dedikasikan 5 Film untuk Alex Komang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mendiang aktor senior Alex Komang saat mengikuti Pawai Artis FFI 2014 di Palembang, Sumsel, 6 Desember 2014. Aktor kelahiran Jepara, 17 September 1961, itu meninggal dunia pada 13 Februari kemarin. TEMPO/Charisma Adristy

    Mendiang aktor senior Alex Komang saat mengikuti Pawai Artis FFI 2014 di Palembang, Sumsel, 6 Desember 2014. Aktor kelahiran Jepara, 17 September 1961, itu meninggal dunia pada 13 Februari kemarin. TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.COBengkulu - Para pembuat film indie di Bengkulu mendedikasikan lima film pendek mereka untuk mengenang aktor senior Alex Komang yang tutup usia pada Jumat kemarin. "Kami mendedikasikan film ini untuk mengapresiasi jasa almarhum," kata Ketua Komunitas Film Indie Bengkulu Sofian Ramadhan saat membuka acara “Layar Indie Bengkulu” di Bengkulu, Sabtu malam, 14 Februari 2014.

    Acara perdana “Layar Indie Bengkulu”, menurut Sofian, juga didedikasikan untuk semua penggiat film Bengkulu. Sebelum pemutaran film, Sofian memimpin doa bersama untuk almarhum Alex Komang. Lima film perdana yang diputar itu merupakan produksi lima komunitas film indie di kota ini, yakni Sebuah Harapan karya Rendriansyah, Bandit karya Lister Studio, Return karya Cinema Club Bengkulu, Weekend Time karya Hencoop Production, dan Ikan Sejerek Bere Secupak karya Rumah Kardus Production.

    "Kami berharap semangat Om Alex menjadi teladan bagi semua sineas muda Bengkulu," Kata Sofian.

    Acara bertema "Njelepok Sambil Ngopi Tengah Bulan, Nonton Kek Ngomongi Pilem (Duduk Santai Sambil Mengopi di Tengah Bulan, Nonton dan Bicara Film)" itu digelar untuk mendukung perkembangan film indie di kota itu. Ratusan warga Bengkulu yang bergabung di Lapangan Merdeka terlihat antusias menikmati suguhan para sineas muda tersebut.

    "Kami juga membuka sesi diskusi dan berbagi informasi tentang perlombaan film indie dan dokumenter," kata Sofian.

    Rendriansyah, sutradara Sebuah Harapan, mengaku termotivasi memproduksi film karena tidak ada batasan dalam bereksperimen. "Daripada hura-hura tidak ada manfaat, lebih baik berkarya," katanya.

    Alex Komang mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit dr Kariadi Semarang pada pukul 20.00, Jumat, 13 Februari 2015. Almarhum meninggal karena kanker hati. Dia dimakamkan di kampung kelahirannya di Desa Pecangaan Kulon, Pecangaan, Jepara.

    Lahir di Jepara, 17 September 1961, Alex merupakan salah satu aktor senior di dunia perfilman nasional yang banyak belajar dari tokoh teater Teguh Karya. Beberapa film yang dibintanginya adalah Secangkir Kopi Pahit, Doea Tanda Mata, Ca Bau Kan, Surat Kecil untuk Tuhan, Laskar Pelangi, dan True Love.

    Peraih penghargaan aktor terbaik Festival Film Indonesia 1987 ini dipercaya menjadi Ketua Badan Perfilman Indonesia periode 2014-2017. Dia menikah dengan Nory, warga Malaysia, dan dikaruniai seorang anak. 

    IWANK | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!