Undang Secondhand, Ini Cara SMAN I Kumpulkan Duit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vokalis grup musik asal California AS, Secondhand Serenade, John Vesely. TEMPO/Fahmi Ali

    Vokalis grup musik asal California AS, Secondhand Serenade, John Vesely. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO , Makassar: Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Makassar akan menyelenggarakan puncak pekan seni sekolah pada 21 Februari 2015 dengan mendatangkan grup musik Secondhand Serenade dari Amerika Serikat dan Maliq & D’Essential ke Makassar. Total dana yang dibutuhkan untuk mendatangkan dua grup musik ini sekitar Rp 1,5 miliar.

    Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (Osis) Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Makassar Rafli Fawwaz mengatakan, untuk mendapatkan dana sampai miliaran rupiah, panitia sudah melakukan persiapan sejak kelas 1 atau selama dua tahun, antara lain dengan menabung dan mencari sponsor.

    Sedangkan untuk panitia pelaksana, setiap orang menyumbang Rp 2,1 juta. Sementara siswa kelas 3 yang tidak masuk kepanitian hanya menyumbang semampunya saja. “Jumlah siswa kelas 3 saat ini sebanyak 329 orang,” kata Rafli kepada Tempo di Makassar, Rabu, 11 Februari 2015.

    Menurut Rafli, panitia mendapatkan dana yang besar karena tahun ini banyak kegiatan festival dan kompetisi basket yang mendapatkan banyak sponsor. “Dari hasil kegiatan itu, kami mengumpulkan banyak uang, sehingga sampai saat ini sudah terkumpul sekitar Rp 1 miliar,” ujar Rafli.

    Rafli menambahkan, saat ini panitia sudah masuk dalam tahapan mencari sponsor dan penjualan tiket. “Uangnya akan digunakan untuk menambah meriah panggung dan membayar akomodasi dan konsumsi selama kegiatan berlangsung. Komposisi pendanaan kegiatan ini 80 persen murni dari siswa, 10 persen dari sponsor, dan 10 persen lagi dari pernjualan tiket.

    Fadel Muhammad, Ketua Panitia Pekan Seni SMAN 1 Makassar, mengatakan sampai kemarin jumlah tiket yang laku sudah sekitar 1.000 tiket dari total tiket yang disediakan sekitar 3.500 tiket. “Semuanya kelas festival dengan harga Rp 200 ribu,” kata Fadel.

    MUHAMMAD YUNUS



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.