Band Prancis Ini Bikin Lagu tentang Makanan Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penjual bakso melayani warga yang akan menikmati jajanan gratis di kawasan bundaran HI, Jakarta, Senin 20 Oktober 2014. Jajanan gratis  yang disediakan berupa ketoprak, bakso, dan somay dalam rangka menyambut pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-JK. TEMPO/Dasril Roszandi

    Penjual bakso melayani warga yang akan menikmati jajanan gratis di kawasan bundaran HI, Jakarta, Senin 20 Oktober 2014. Jajanan gratis yang disediakan berupa ketoprak, bakso, dan somay dalam rangka menyambut pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-JK. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta: Sebuah band beraliran punk rock menyanyikan lagu yang berisi daftar nama makanan Indonesia. Band bernama Fransoa ini mengunggah lagu berjudul Aku Lapar di situs jejaring sosial YouTube.

    Uniknya, vokalis band ini, Francois Xavier Renou, adalah seorang Prancis yang lama tinggal di Bali. Di video berdurasi empat menit ini, Renou menyebutkan 43 nama makanan Indonesia yang ditimpali petikan gitar listrik dan gebukan drum.

    "Betutu, bakso, ayam bakar, ikan goreng, ikan bakar, karedok, sayur ketupat," begitu Renou memulai lagunya. Makanan lain yang disebut Renou adalah mi kocok, sayur asem, sayur lodeh, dan sambel goreng.

    Bahkan personel band ini menggunakan aksesori nyentrik, berupa bungkus makanan ringan yang dijadikan anting. Renou juga mengenakan kalung bertulisan "Kerupuk".

    Kepada BBC Indonesia, Renou mengatakan dirinya mendapat inspirasi membuat lagu itu ketika sedang berada di pasar. "Saya lapar dan saya lihat banyak gerobak makanan dan tulisan makanan."

    Dari situ, Renou mulai mengumpulkan daftar nama makanan Indonesia, dan favoritnya adalah bakso serta gado-gado. Namun Renou mengaku tidak menyukai makanan pedas.

    BBC INDONESIA | SYAILENDRA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.