Marsha Timothy Akui di Film Ini Ajak Berani Hidup

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Marsha Timothy. TEMPO/Charisma Adristy

    Artis Marsha Timothy. TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.CO , Jakarta:Artis Marsha Timothy menjadi bintang utama dalam film Nada untuk Asa yang akan diputar bulan ini. Dalam kunjungan ke kantor Tempo pada Kamis, 5 Februari 2015, Marsha menuturkan pada film ini meski menceritaka tentang pengidap HIV (virus mematikan yang dapat menurunkan kekebalan tubuh manusia) tapi bukan kisah yang cengeng.

    "Film ini justru ingin mengangkat keberanian orang-orang dengan HIV untuk menjalani hidup daripada memikirkan kematian. Film ini mengajak bernai hidup," kata Marsha.

    Istri Vino Bastian ini berperan sebagai Nada yang memiliki tiga anak ketika suaminya meninggal karena sakit kanker getah bening.  Marsha menceritakan kisah di film ini tentang Nada tertular virus HIV bahkan bayinya, Asa (setelah besar diperankan oleh Acha Septriasa) yang sejak bayi juga positif HIV. Keluarga suaminya merasa bersalah dan tetap bisa menerima Nada sebagai bagian dari keluarga, tapi keluarga Nada menolak kehadirannya. Orang lain yang ada di sekitar Nada jadi takut tertular. Cobaan terus mendera Nada, ketika Asa sudah besar juga mendapat perlakuan seperti ibunya.

    "Ini film yang luar biasa dan saya merasa bisa masuk dalam emosi peran ini. Saya mendapat cerita banyak dari sutradaraCharles Gozali. Semnpat juga bertemu dengan tokoh yang mengalami kisah nyata ini. Melalui itu semua saya masuk dalam peran ini," kata Marsha.

    Wanita kelahiran, 8 Januari 1979 ini juga menerangkan.

    "Mungkin karena sekarang saya sudah menjadi ibu, jadi berperan seperti ini saya lebih sensitif. Film ini mengajak aku berani hidup di saat banyak orang punya pikiran berani mati," ujar Marsha.

    HADRIANI P.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.