Putra Deddy Mizwar Ditantang Percepat Tes DNA

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Letnan Satu (Lettu) Inf Zulfikar Rakita Dewa saat menggelar jumpa pers terkait tuduhan kepada dirinya yang telah menghamili janda, Riana Rara Kalsum (40) di Mabes TNI, Jakarta, 2 Februari 2015. Zulfikar juga siap mundur sebagai anggota TNI jika tuduhan Riana benar. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Letnan Satu (Lettu) Inf Zulfikar Rakita Dewa saat menggelar jumpa pers terkait tuduhan kepada dirinya yang telah menghamili janda, Riana Rara Kalsum (40) di Mabes TNI, Jakarta, 2 Februari 2015. Zulfikar juga siap mundur sebagai anggota TNI jika tuduhan Riana benar. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.COJakarta - Riana Rara Kalsum, 41 tahun, menyatakan siap melakukan tes DNA. Permintaan tes DNA itu dilontarkan Letnan Satu Infanteri Zulfikar Rakita Dewa, putra Deddy Mizwar, Wakil Gubernur Jawa Barat, yang diduga melakukan pelecehan seksual kepada Rara saat menikmati liburan di Eropa pada Agustus lalu. 

    Namun, kata Rara, jangan menunggu kelahiran bayi untuk melakukan tes DNA. "Sekarang saja. Aku siap," katanya ketika dihubungi Tempo, Kamis, 5 Februari 2015. Menurut Rara, buat apa menunda tes DNA itu. Sebab, yang diminta Rara adalah Zulfikar menikahinya.

    Rara mengatakan, dari pernyataan Zulfikar yang diucapkan di Markas Besar Angkatan Darat pada Senin, 2 Februari 2015, Zulfikar sudah mengakui perbuatannya. Namun dia tidak jantan untuk bertanggung jawab dengan menikahi Rara.

    Sebelumnya, Letnan Satu Infanteri Zulfikar Rakita Dewa, anak Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, mengatakan siap berhenti jadi prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat apabila terbukti menghamili Riana Rara Kalsum. Hal ini, kata dia, baru bisa dibuktikan setelah Rara melahirkan.

    "Apabila bayi yang dilahirkan terjadi kecocokan DNA saya, saya tak pantas jadi prajurit. Saat itu juga saya siap mengundurkan diri," ujar Zulfikar di Markas Besar Angkatan Darat, 2 Februari 2015.

    Rara menilai pernyataan Zulfikar yang ingin mengundurkan diri dari TNI AD jika terbukti menghamili dirinya tidak pantas dan mencari empati saja. "Sebab, itu urusan internal Zulfikar dan TNI AD. Untuk apa diomongin ke publik? Tuntutan aku bukan minta dia mundur," kata Rara. 

    Kasus dugaan pelecehan seksual ini terjadi ketika Rara dan Zulfikar melakukan lawatan ke Eropa pada Agustus hingga September 2014. Pertemuan mereka terjadi di Zurich pada 24 Agustus 2014. Lawatan dilanjutkan ke tiga kota terakhir, yaitu Brussel, Vienna, dan Salzburg.

    Dalam perjalanan selama 12 hari dan menginap di lima hotel berbeda, Rara mengaku melakukan hubungan suami-istri dengan Zulfikar. Rara mengatakan mau melakukan hubungan itu karena dirayu dan dijanjikan dinikahi oleh Zulfikar pada Desember 2014. "Makanya aku mau," katanya.

    Setelah bertualang di Eropa, Rara kembali ke Indonesia. Sedangkan Zulfikar kembali ke Lebanon. Namun, setelah Rara kembali ke Indonesia, Zulfikar berubah dan menghindari Rara.

    HUSSEIN ABRI YUSUF


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.