Empat Film Lola Amaria, di Perpustakaan Kongres AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lola Amaria. TEMPO/Nurdiansah

    Lola Amaria. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO , Jakarta: Film yang diproduseri Lola Amaria, 37 tahun yakni, Negeri Tanpa Telinga yang diproduksi pada 2014, menjadi koleksi perpustakaan kongres Amerika Serikat.

    Hal ini dikemukakan Lola Amaria ketika ditemui di Pavillion 28, Petogogan, Gandaria Utara, Jakarta Selatan pada Rabu, 21 Januari 2015.

    "Film ini yang diminta pihak Library of Congress," kata Lola di sela screening filmnya, Kisah 3 Titik (2013). Film ini berkisah tentang fenomena sosial yang menyindir para politikus negeri.(Baca : Geram Kelakuan Politikus, Lola Luncurkan Film Ini )

    Tapi belakangan, pihak perpustakaan kongres juga ingin menjadikan koleksi arsip ketiga film Lola yang lain, yakni, Sanubari Jakarta (2012), Kisah 3 Titik (2013) dan Minggu Pagi di Victoria Park (2010).

    Selain itu, film Inerie Mama Cantik (2014) dimana Lola menjadi produsernya, juga diminta menjadi arsip perpustakaan kongres di Australia,"Mereka minta sekitar 3 bulan yang lalu," kata Lola. Film Inerie ini tentang kepedulian atas tingginya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Nusa Tenggara Timur (NTT). Yang merupalan kerjasama Australia Indonesia Partnership for Maternal and Neonatal Health (AIPMNH) dan Lola Amaria Production House.

    Untuk diketahui di film Negeri Tanpa Telinga (2014), Lola sebagai produser, Sanubari Jakarta (2012) sebagai produser dan sutradara Inerie (2014) sebagai produser, Betina (2006)sebagai sutradara, Kisah 3 Titik (2013) sebagai produser dan pemain, dan Minggu Pagi di Victoria Park (2010) sebagai pemain dan sutradara.(Baca : Peringati Hari HAM, Lola Amaria Pidato di Berlin)

    Perpustakaan Kongres Amerika Serikat (Library of Congress) merupakan perpustakaan nasional Amerika Serikat dan pusat riset Kongres Amerika Serikat. Perpustakaan terbesar di dunia dari segi luas rak buku dan total koleksi buku.

    "Film merupakan investasi jangka panjang," kata Lola. Ia menyebut film Lewat Djam Malam (1954) karya Usmar Ismail yang telah direstorasi dan menjadi film bersejarah.

    EVIETA FADJAR


    Berita Terpopuler
    Rara Beberkan Kronologi Kencan Putra Deddy Mizwar

    Deddy Mizwar Dinilai Tak Bisa Didik Anak 

    Putra Deddy Mizwar Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual

    Deddy Mizwar Tanya Anak Soal Pelecehan Seksual


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.