Katy Perry-John Mayer, Cinta Lama Bersemi Kembali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Katy Perry dan John Mayer sebelumnya pernah putus pada Maret 2013 silam. Dalam sebuah wawancara, Mayer enggan menjelaskan masalah putusnya mereka ketika itu, karena menganggap ini adalah hal yang sangat pribadi. Larry Busacca/Getty Images for NARAS

    Katy Perry dan John Mayer sebelumnya pernah putus pada Maret 2013 silam. Dalam sebuah wawancara, Mayer enggan menjelaskan masalah putusnya mereka ketika itu, karena menganggap ini adalah hal yang sangat pribadi. Larry Busacca/Getty Images for NARAS

    TEMPO.CO, Los Angeles - Katy Perry kembali menghidupkan cintanya pada mantan kekasihnya, John Mayer. Kabar ini berembus ketika keduanya terlihat menikmati makan malam bersama pada pekan lalu.

    Dilansir Femalefirst, Jumat, 16 Januari 2015, seorang sumber mengatakan, "Mereka sedang jatuh cinta. Mereka saling merindukan satu sama lain."

    Katy Perry dan John Mayer saat ini berkomitmen untuk saling menjaga hubungan mereka. "Mereka harus meluangkan waktu satu sama lain dan mencari kesempatan di tengah kesibukannya agar hubungan mereka berjalan lancar," lanjut sumber. (Baca: Katy Perry Rayakan Ulang Tahun di Maroko.)

    Sebelumnya, Katy Perry memberikan kesempatan kepada Mayer untuk membuktikan keseriusan Mayer padanya. "Perry memberinya kesempatan karena ia merasa seperti masih ada perasaan untuknya," kata sumber.

    Katy Perry dan John Mayer berkencan setelah Perry bercerai dengan komedian Russel Brand pada tahun 2012. Perry dan Mayer mengakhiri hubungan mereka pada bulan Februari 2014, tak lama setelah keduanya merilis single duet berjudul Who You Love.

    RINA ATMASARI | FEMALEFIRST

    Berita Terpopuler
    Evolusi Pembantu Menjadi Penulis dan Motivator
    Dua Film Ini Mendominasi Oscar 2015
    Selena Gomez Pamer Foto Selfie Berbikini
    Lokasi Syuting Jadi Kesepakatan Produser dan Jabar


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.