Mahar Laskar Pelangi Dihadiahi SBY Laptop Rusak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Verrys Yamarno, pemeran Mahar dalam film Laskar Pelangi di Jakarta, pada September 2008. Dok. TEMPO/Arnold Simanjuntak

    Verrys Yamarno, pemeran Mahar dalam film Laskar Pelangi di Jakarta, pada September 2008. Dok. TEMPO/Arnold Simanjuntak

    TEMPO.CO, Pangkalpinang - Meninggalnya Verrys Yamarno yang berperan sebagai Mahar dalam film Laskar Pelangi membuat duka bagi masyarakat Bangka Belitung. Namun siapa sangka, meninggalnya Mahar justru membuka tabir gelap kehidupannya yang penuh kekurangan. (Baca: Kesan Pertama Riri Riza pada Mahar Laskar Pelangi)

    Kakak angkat Mahar, Jauhari, mengatakan Pemerintah Kabupaten Belitung dan Belitung Timur tidak memberikan perhatian bagi Mahar dan teman-temannya. Bahkan, hadiah dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas meledaknya film Laskar Pelangi saat itu ternyata laptop rusak. (Baca: Tangis Ikal Sambut Jenazah Mahar Laskar Pelangi)

    Menurut Jauhari, saat Mahar berkunjung ke rumahnya di Sungailiat, Kabupaten Bangka, ia pernah bercerita mendapatkan laptop rusak sebagai kenang-kenangan dari SBY.

    "Sambil mengeluh sakit kepala seusai kecelakaan, Varrys bercerita tentang kehidupannya yang penuh kekurangan. Laptop hadiah SBY yang rencananya buat melanjutkan pendidikan baru dipakai sebentar sudah rusak," ujar Jauhari saat dihubungi Tempo, Selasa, 13 Januari 2015. (Baca: IKJ Galang Dana untuk Mahar Laskar Pelangi)

    Verrys ditemukan meninggal di kamar kosnya di Jalan Kramat V, Kelurahan Kenari, Senen, Jakarta Pusat, Senin, 12 Januari 2015. Mahasiswa Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta semester III ini diduga meninggal karena sakit. (Baca: Kesaksian Teman Mahar Laskar Pelangi Sebelum Tewas)

    SERVIO MARANDA

    Baca juga:
    Jadi Polemik, Jokowi Serahkan Soal Desa kepada JK
    Ingin Jadi Wanita, Pria Ini ke Pengadilan
    Para Pelatih yang Bikin Ronaldo Dapat Ballon d'Or
    Cara Ampuh DPR Tolak Budi Gunawan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.