Hanung Bramantyo Berhitung Waktu Pas Rilis Film  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Behind the scene film Hijab. Istimewa

    Behind the scene film Hijab. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Hanung Bramantyo harus berpikir ekstra keras untuk menentukan waktu perilisan film terbarunya, Hijab. Semula Hijab akan ditayangkan pada Desember 2014, tapi ada perubahan jadwal sehingga digeser ke Januari 2015.

    Pergeseran ini didasarkan pada pengalaman pribadinya sewaktu merilis film Cinta tapi Beda pada 2012 yang berjarak sebulan dengan film Habibie Ainun. "Film Cinta tapi Beda itu setelah film Habibie Ainun yang meledak," katanya. "Makanya, dari sisi penonton agak kurang." (Baca : Hanung Bramantyo, Bikin Film Hijab)

    "Saya menghindari merilis film di bulan Desember. Saya tidak mau kena imbas gelombang film produser besar," katanya saat ditemui di pemutaran film Hijab di Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Sabtu, 10 Januari 2015.

    Menurut Hanung, pada Desember 2014 ada film Pendekar Tongkat Emas dan Merry Riana yang meledak. Biasanya penonton film akan mengikuti arus, yakni menunggu gelombang film berikutnya. Karena itu, Hanung merilis Hijab pada Januari 2015.

    Dalam menonton film, penonton "Ibarat makan empek-empek, penonton itu pengin makan empek-empek yang enak banget. Tapi bisa kecewa karena yang didapatkan rasa gudeg," kata Hanung.

    Poster juga berperan besar dalam perolehan jumlah penonton film. "Seperti film 5 Cm, poster mendaki, thriller-nya juga mendaki, dan pastinya film meledak," katanya.

    Ia menyebutkan beberapa film yang menurut dia berbanding terbalik dengan posternya. "Kadang poster tidak pas. Penonton menanam ekspektasi tinggi pada film, ternyata isinya drama, bukan action. Atau kisah cintanya lebih banyak. Juga poster sering berjarak dengan novel," katanya.

    Solusinya, produser harus membuat dua poster berbeda. "Buat poster harus menunggu filmnya jadi," katanya. Hanung menegaskan, Hijab adalah film yang bersahaja, "Bukan film serius dan religius." Ia berharap filmnya itu ditonton 500 ribu-1 juta orang.

    EVIETA FADJAR

    Berita Terpopuler
    Ahmad Dhani Berkicau Air Asia dan Takhayul
    Film Senyap Dianggap Terlalu Hitam-Putih
    Kata Fan Soal Album Baru Mocca
    Tora Sudiro, Sulitnya Main Film Silat  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.