Begini Proses Pembuatan Album Baru Mocca

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Grup musik Mocca. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Grup musik Mocca. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO , Bandung: Band Mocca menggelar konser sekaligus peluncuran album terbarunya yang bertajuk Home di Taman Budaya Jawa Barat, Bandung, Jumat malam, 11 Januari 2015.

    Ada suasana hangat yang ingin mereka peluk setelah hampir 8 tahun tak menelurkan album baru. Di sela jeda waktu yang sempat mereka isi dengan ngamen dari panggung ke panggung, pekerjaan lain, dan mengurus rumah tangga, sang vokalis Arina Ephipania pun harus tinggal dengan suaminya di Amerika Serikat sejak 2011. “Di sana saya cuma ibu rumah tangga saja,” katanya kepada Tempo sebelum konser. (Baca juga: Band Mocca Gelar Konser Home Malam Ini)

    Kepulangan Arina ke Indonesia beberapa kali di antaranya untuk tampil dengan band yang dibentuknya pada 1997 bersama gitaris Riko Prayitno, pemain bas Toma Pratama, dan drummer Indra Massad. Setelah muncul kerinduan untuk bersama lagi membuat kumpulan karya baru, ide-ide materi album mulai digarap Maret hingga Oktober 2014.

    Riko, Toma, dan Indra, yang tinggal di Jakarta dan Bandung, bertemu untuk latihan di studio sewaan. Rekaman musik belum jadi itu lalu mereka kirim lewat Internet ke Arina. Adik penulis Dewi Lestari itu kebagian tugas membuat sketsa dan kerangka lagu. Kadang hasil rekaman tidak jelas terdengar. Bagi Arina, kecanggihan teknologi dan Internet tak mempermudah proses pembuatan album secara jarak jauh, lintas benua. “Susah kalau enggak ketemu langsung untuk brain storming,” katanya.

    Satu-satunya lagu dalam album Home yang berisi selusin tembang itu, Your the Man, aransemennya hasil rembukan bersama secara langsung di studio. “Gara-gara ada kesalahan sketsa, temponya jadi terlalu cepat sehingga dibikin ulang,” ujar Arina. Tembang yang dibuka dengan tiupan terompet tersebut terdengar lebih bersemangat dibanding karya lainnya.

    Ini pengalaman perdana mereka dalam merekam album dengan proses seperti itu. Ketiga album sebelumnya, My Diary (2002), Friends (2004), dan Colours (2007), digarap dengan pertemuan langsung di Bandung. Ketika mendengar rekaman awalnya, Arina mengaku sempat pesimis dalam penggarapan album baru Mocca.

    ANWAR SISWADI

    Berita lain:
    Apple Tidak Masuk Jajaran Laptop Terbaik CES 2015

    Teror di Paris, Al-Qaeda Klaim Bertanggung Jawab 

    Jago Bergitar Metal, Gadis Berjilbab Bikin Heboh  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.