Jenazah Sitor Dibawa ke Samosir Besok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para keluarga besar berfoto di depan peti jenazah penyair Sitor Situmorang (1924-2014), yang tutup usia pada 21 Desember lalu di Apeldoorn, Belanda, saat disemayamkan di Galeri Nasional, Jakarta, 30 Desember 2014. ANTARA/Dodo Karundeng

    Para keluarga besar berfoto di depan peti jenazah penyair Sitor Situmorang (1924-2014), yang tutup usia pada 21 Desember lalu di Apeldoorn, Belanda, saat disemayamkan di Galeri Nasional, Jakarta, 30 Desember 2014. ANTARA/Dodo Karundeng

    TEMPO.CO,  Medan - Jenazah satrawan Sitor Situmorang akan disambut dalam upacara di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, besok malam. Pemerintah Provinsi Sumut akan menyambut kedatangan keluarga Sitor di Komplek Kargo Kualanamu. Tokoh masyarakat Sumatera Utara Rustam Effendi Nainggolan mengatakan gubernur dan unsur pimpinan daerah akan menyambut jenazah Sitor sebelum diberangkatkan ke kampung halamannya di Samosir.

    "Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho menyatakan dukungan penuh menyambut dan memberangkatkan jenazah Sitor Situmorang beserta keluarga ke Harianboho, Samosir, besok malam," kata mantan Sekretaris Daerah Sumut itu kepada Tempo, Selasa, 30 Desember 2014. (Baca: Sitor Akan Dimakamkan Seperti di Puisinya)

    Jenazah penyair angkatan 1945, Sitor Situmorang, rencananya akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Kecamatan Harianboho, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, 1 Januari 2015. Sebelum Samosir mekar menjadi kabupaten, kampung kelahiran Sitor masuk Kabupaten Tapanuli Utara, dimana Rustam Effendi Nainggolan pernah menjadi bupati.

    Putra Sitor, Logo Situmorang, mengatakan keluarga berusaha memenuhi keinginan ayahnya, seperti di dalam puisi Tatahan Pesan Bunda. "(Isi di puisi) Itu memang salah satu pertimbangan kami membawa ke kampung halaman," kata Logo.

    Awalnya, Logo mengatakan ayahnya ingin dikebumikan di Pemakaman Giri Tama, Bogor, Jawa Barat. Bahkan, Sitor sudah memilih kavling. "Tapi permintaan keluarga besar minta jenazah bapak dibawa ke sana."

    Dalam puisi Tatahan Pesan Bunda pada bait pertama, Sitor menulis, "Bila nanti ajalku tiba, kubur abuku di tanah Toba. Di tanah danau perkasa, terbujur di samping bunda". Logo mengatakan keluarga besar tidak menginginkan jenazah Sitor dikremasikan. "Tidak kami kremasi, kami makamkan saja," ujar Logo.

    Sitor meninggal di usia 91 tahun pada Ahad, 21 Desember 2014, di Belanda. Sitor memulai kariernya di bidang jurnalistik dengan menjadi wartawan harian Suara Nasional dan harian Waspada di Medan pada 1945-1947. Dia pernah dipenjara sebagai tahanan politik pada 1957-1974 oleh pemerintahan Orde Baru. Karya-karyanya sempat dibekukan dan tidak diterbitkan.

    SAHAT SIMATUPANG

    Berita Terpopuler:
    Air Asia Hilang, Ahok: Laut Belitung Banyak Jin  
    Puing Diduga Air Asia Ditemukan Nelayan Bangka  
    Misteri Tiga Menit Sebelum Hilangnya Air Asia
    Air Asia Raib, Akun Indigo Ini Bikin Heboh
    3 Mayat Diduga Korban Air Asia Ditemukan Basarnas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.