Zaskia Gotik, Kerja di Tahun Baru, Honor Berlipat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Zaskia Gotik tampil pada malam penganugerahan MNCTV Dangdut Awards 2014, Jakarta, 11 Desember 2014. TEMPO/Nurdiansah

    Zaskia Gotik tampil pada malam penganugerahan MNCTV Dangdut Awards 2014, Jakarta, 11 Desember 2014. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Malam pergantian tahun 2014 dimanfaatkan oleh penyanyi dangdut Zaskia 'Si Goyang Itik' alias Zaskia Gotik untuk manggung.

    Ia mengakui akhir tahun ia memang banjir tawaran bernyanyi dari beberapa event organizer (EO). Zaskia lebih memilih tampil di acara D'Goyang 2015 bersama Indosiar.

    Adapun artis Nagaswara yang akan tampil di acara yang sama adalah Siti Badriah, Duo Anggrek, Hesty, Bebizie, Sherly Mey, dan 2UNYU2.

    Dalam situs resmi Nagaswara, Zaskia mengatakan, ada beberapa event organizer yang menawarkan acara, "Tapi saya enggak kejar setoran juga, memang aku mau nerima job saja di tahun baru," ungkap Zaskia yang sedang show di Kuala Lumpur, Malaysia, itu. (Baca: Kejutan untuk Ayu Ting Ting dan Zaskia di Hari Ibu)

    Zaskia mengaku memiliki alasan mengapa ia pilih bekerja di malam pergantian tahun, ketimbang kumpul bersama keluarga. Ia mengaku, bekerja di malam pergantian tahun, mendapatkan bayaran lebih besar daripada hari-hari biasa. Jadi ia semangat dalam menghibur di malam pergantian tahun.

    Dan tarif atau honor Zaskia cukup fantastis, yakni kisaran ratusan juta rupiah. Berbeda dengan tarif di hari biasanya.

    "Iya, kalau itu sih lumrah banget ya, mau bayarannya gede ataupun enggak. Tapi tahun baru itu selalu jadi tahunnya para artis nyari rezeki gitu deh," ujarnya.

    EVIETA FADJAR | BERBAGAI SUMBER

    Berita Terpopuler
    AirAsia Hilang, Seleb Dunia Kirim Doa
    Jenazah Sitor Situmorang Tiba Sore Ini
    Jennifer Lawrence, Aktris Terkaya Versi Forbes
    Khloe Kardashian Tak Perlu Seks dan Harta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.