Film 'Pembunuhan' Kim Jong-un Dirilis di Youtube  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menyapa pekerja pabrik makanan anak-anak/snack di Pyongyang, Korut, 16 Desember 2014. REUTERS/KCNA

    Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menyapa pekerja pabrik makanan anak-anak/snack di Pyongyang, Korut, 16 Desember 2014. REUTERS/KCNA

    TEMPO.CO, Jakarta - Film The Interview keluaran Sony Pictures tidak hanya membuat sensasi atas ceritanya. Film kontroversial ini juga membuat gebrakan dengan ditayangkan secara bersamaan di bioskop dan secara online. (Baca: Korut Ancam Serang Obama Soal Film Kim Jong-un)

    Studio Sony Pictures bekerja sama dengan YouTube, XBOX, Googleplay, dan Seetheinterview.com untuk memasarkan film ini. "Kami berupaya film ini menjangkau penonton seluas mungkin," ujar bos Sony Pictures, Michael Lynton, seperti yang dilansir dari Daily Mail.

    Gebrakan ini dipercaya akan manjadi tren perfilman Hollywood. Musababnya, tidak pernah ada film yang sedang ditayangkan di bioskop diluncurkan berbarengan dengan pasar online.

    Google membocorkan, Lynton menghubungi pihaknya pada Rabu pekan lalu. Saat itu, Sony Pictures mengumumkan tidak akan menayangkan film tersebut. Sony Pictures juga mematok harga US$ 6 untuk sewa dan US$ 15 untuk pembelian permanen.

    Film ini mendapat kecaman keras pemerintah Korea Utara karena menceritakan kematian pemimpin besar Kim Jong-un dengan bumbu komedi. Dalam plot cerita, Aaron Rappaport (Rogen) dan David Skylark (Franco) mempunyai misi membunuh Kim (Randall Park) dengan menyamar sebagai jurnalis.

    ANDI RUSLI

    Terpopuler
    Keliling Gereja, Aher Ucapkan Selamat Natal
    Menteri Pariwisata Target 10 Juta Wisman di 2015
    Penunggak Pajak Dicekal, Termasuk Bos Epiwalk
    Mabuk Lem, Anak Dicambuk Ibunya hingga Tewas


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.