Jenazah Sitor Situmorang Dipulangkan ke Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sitor Situmorang. [TEMPO/Yosep Arkian]

    Sitor Situmorang. [TEMPO/Yosep Arkian]

    TEMPO.CO, Jakarta - Jenazah penyair Sitor Situmorang, 91 tahun, akhirnya bisa dipulangkan ke Indonesia. Sejarawan JJ Rizal mendapatkan informasi dari kalangan seniman dan keluarga Sitor bahwa jenazah akan diberangkatkan dari Belanda lalu mendarat pada 29 Desember pukul 18.00 WIB di Bandara Soekarno-Hatta. (Baca: Penyair Sitor Situmorang Wafat di Belanda)

    "Jenazah kemudian disemayamkan di Galeri Nasional di Gambir," kata Rizal saat dihubungi pda Kamis, 25 Desember 2014. Jenazah, kata Rizal, rencananya bakal dikubur pada 1 Januari 2015 di tanah kelahirannya, Harianboho, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

    Namun, Rizal belum mengetahui siapa sponsor dibalik pemulangan Sitor. Kerabat Sitor pernah diberitahu oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Belanda bahwa biaya pemulangan Sitor bisa mencapai 5.000 euro atau sekitar Rp 76 juta.

    Hanya saja, kata Rizal, Presiden Joko Widodo pernah menyatakan dukanya atas kematian Sitor melalui akun Facebooknya. Jokowi mengatakan Sitor adalah seorang Soekarnois. Di akun tersebut Jokowi menyebut Sitor pernah memimpin Lembaga Kebudayaan Nasional (LKN, organisasi di bawah Partai Nasionalis Indonesia) pada tahun 1959-1965.

    Menurut Rizal, Sitor salah satu tokoh yang berpengaruh terhadap dunia sastra di Indonesia. "Dia satu-satunya sastrawan angktan 45 yang ketika usia 85 tahun masih produktif menulis," ucap dia. Selain produktif, kualitas sajaknya pun patut diacungi jempol.

    Penyair kelahiran Tapanuli Utara, Sumatera Utara, itu dipenjara sebagai tahanan politik pada 1957-1974 oleh pemerintah Orde Baru. Karya-karya dia dibekukan dan tidak diterbitkan. "Konsekuensi dengan Sukarno," ucap Rizal.

    MUHAMMAD MUHYIDDIN

    Berita Lain
    Keliling Gereja, Aher Ucapkan Selamat Natal
    Penunggak Pajak Dicekal, Termasuk Bos Epiwalk 
    Menteri Pariwisata Target 10 Juta Wisman di 2015 
    Mabuk Lem, Anak Dicambuk Ibunya hingga Tewas  

     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.