Konser Ungu, Kepastian Manggung Tunggu Gamalama  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasha Ungu. Tempo/Nurdiansah

    Pasha Ungu. Tempo/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Ternate - Akibat letusan Gunung Gamalama, konser grup musik Ungu yang direncanakan berlangsung pada Sabtu, 27 Desember 2014, untuk memeriahkan hari jadi Kota Ternate, besar kemungkinan batal. Judhi Taslim, ketua panitia hari jadi Kota Ternate, mengatakan konser grup musik Ungu akan dilaksanakan dengan mempertimbangkan situasi Kota Ternate. (Baca: Gamalama Tiga Kali Erupsi dalam Sehari)

    Jika Gunung Gamalama masih mengeluarkan abu vulkanik, konser dipertimbangkan untuk tidak digelar. Kedatangan grup musik Ungu di Ternate juga melihat aktivitas bandara. "Jika hingga tanggal 27 Desember 2014 bandara masih ditutup, kemungkinan konser itu batal digelar," kata Judhi, yang dihubungi Tempo, Rabu, 24 Desember 2014. (Baca: Bandara Babullah Tutup Hingga Senin)

    Menurut Judhi, selain konser grup musik Ungu, beberapa kegiatan festival budaya berlangsung tak maksimal. Masyarakat kurang terlibat lantaran masih dalam kondisi bencana Gunung Gamalama. "Namun beberapa kegiatan tetap berjalan. Bahkan festival batu mulia terlihat cukup ramai pengunjung," kata Judhi. (Baca: Dibersihkan, Bandara Ternate Segera Dibuka Lagi)

    Basri Salama, Anggota Dewan Perwakilan Daerah asal Maluku Utara, mendesak pemerintah Kota Ternate untuk menghentikan semua acara penyambutan ulang tahun Kota Ternate. Ini harus dilakukan mengingat Gunung Gamalama terus menunjukkan peningkatan aktivitas.

    Pesta tersebut dianggap sebagai bentuk tidak sensitif bencana. Itu, kata dia, memperlihatkan kalau pemerintah tidak serius menangani tanggap darurat bencana. "Jadi saya berharap pemerintah menghentikan semua pesta tersebut. Gunakanlah anggaran pesta itu untuk hal yang lebih bermanfaat dalam menangani bencana. Mungkin itu lebih utama," kata Basri.

    BUDHY NURGIANTO

    Baca berita lainnya:
    Bima Arya Segel Gereja, Ini Respons GKI Yasmin
    Jokowi Talangi Utang Ical , 'Tak Semudah Sulap'

    Kubu Agung Pilih Islah dengan Ical karena PKB

    Daftar Sandi Korupsi, dari 'Obat' hingga 'Pustun'

    Jokowi: Megawati Pemenang Pertarungan Politik  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.