Opera Pantun Kocak di Ewako Festival

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah mahasiswa dari Tater kampus se-Makassar menggelar pertunjukan seni untuk menolak keputusan pemerintah menaikkan harga BBM di depan kampus Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulsel, Jumat (17/3) dini hari. Beragam ekspresi kekesalan mahasiswa terhadap pemerintah diluapkan dalam berbagai bentuk kesenian seperti puisi, pantun, teatrikal dan musik yang digelar pada pukul 02.00 dini hari. TEMPO/Iqbal Lubis

    Sejumlah mahasiswa dari Tater kampus se-Makassar menggelar pertunjukan seni untuk menolak keputusan pemerintah menaikkan harga BBM di depan kampus Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulsel, Jumat (17/3) dini hari. Beragam ekspresi kekesalan mahasiswa terhadap pemerintah diluapkan dalam berbagai bentuk kesenian seperti puisi, pantun, teatrikal dan musik yang digelar pada pukul 02.00 dini hari. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Makassar -Di pinggir kali yang terletak di kaki gunung, seorang gadis sendirian mencuci. Mengenakan kebaya merah muda dibalut sarung. Dengan wajah yang murung, dia mulai berbicara pada penonton. (Baca: Tifatul Buka ICC dengan Pantun)

    "Bolu peca, onde-onde. Coba disimpan di lemari. Galau kurasa deh! Hidup di bumi seorang diri," keluh Fatimah -nama gadis itu, bersedih.

    La Pampang, lelaki pribumi yang jago silat, tak sengaja melihat kehadiran Fatimah. Bersama anak buahnya, La Sengo, dia melompat ke balik batu hendak bersembunyi. La Pampang malu-malu menampakkan diri. Dalam sekejap, La Pampang terpukau dengan keanggunan Fatimah. Atas saran dari La Sengo, akhirnya, La Pampang bersedia berkenalan dengan gadis tersebut.

    "Apalah arti seorang ilmuwan. Kalau tidak dapat berjalan. Apalah arti sebuah pertemuan. Kalau kita tidak kenalan," tutur La Pampang sembari mencari perhatian Fatimah. Akhirnya mereka saling kenal dan lebih dekat. (Baca: Warga Flores Khawatirkan Keluarga di Makassar)

    Pertunjukan ini diberi nama Opera Van Tun yang disajikan di Ewako Fest atau Festival Seni Warisan Budaya Kontemporer oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pantun dan Seni Kreatif Universitas Hasanuddin, pada Sabtu lalu.

    Opera itu berjudul Ta'bangkaku alias Takkan Ku Biarkan Kau Serang Bangsaku, yang disutradarai oleh Muh. Rijal Djamal. Menggunakan latar belakang pada pementasan ini zaman penjajahan Belanda di Indonesia.

    Sosok Fatimah diperankan oleh Kadek Sri Astuti. Kemudian salah satu pesuruh  seorang penjajah bernama Menir diperankan Heri Aprianto. Tokoh La Pampang diperankan oleh Anwar G. Dalam kesehariannya Fatimah harus melaksanakan semua tugas yang diperintahkan Menir termasuk menekuni pekerjaan di bidang pertanian.

    Namun, hubungan antara Menir dan La Pampang sejak dulu tidak pernah akur. Melalui Fatimah, La Pampang mendapat informasi rencana Menir melancarkan serangan kepadanya. Namun, di sisi lain, Fatimah juga menerima permintaan Menir agar dia menolongnya menemukan kelemahan La Pampang. Dalam situasi yang sulit itu, cinta keduanya, Fatimah dan La Pampang, dipertaruhkan dan gadis cantik ini kemudian  menetapkan pilihan hatinya setia pada La Pampang. (Baca: 'Dewi Kadita', Legenda Rakyat Sarat Guyonan)

    Drama bertema perjuangan ini juga diselimuti kisah cinta. Dengan jalan cerita yang cukup sederhana disajikan dengan cukup rumit. Ditambah aksi jenaka para pemain,yang menyihir penonton berfokus dengan adegan lucu. Belum lagi adanya sosok kemayu yang membuat suasana semakin kocak.

    Selain Opera Van Tun, ada pementasan lain di ajang ini seperti tari panen, parade puisi, sulap, dan breakdance. Ajang ini sekaligus memperingati hari jadi komunitas yang dulu bernama Tunas (Komunitas Pantun Unhas) dan memasuki tahun keempat. M. Rijal Djamal, salah satu pendiri komunitas ini, berharap, karya-karya dan pementasannya bisa menghibur banyak orang.

    Wakil Walikota Makassar, Syamsu Rizal, yang ikut menyaksikan Ewako Fest, seolah ikut ketular berpantun. Untuk memberikan ucapan, pria yang biasa disapa Daeng Ical ini mengatakan dengan pantun.

    Lebih baik beli pepaya. Daripada beli manggis.Lebih baik sibuk berkarya. Daripada demo anarkis.(Baca: Kebocoran Soal SNMPTN di Makassar Ditelusuri

    REZKI ALVIONITASARI
    Terpopuler
    Film Karya Sutradara Indonesia Masuk Radar Oscar
    Yenny Wahid dan Puasa Daud Sinta Nuriyah 
    Hari Ibu, Syahrini Berlutut Depan Ibunya
    Elton John Resmi Menikah dengan Pacar Gay-nya
    Merry Riana Rilis Film Inspiratif



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?