Kenapa Peter Jackson Ogah Garap Film Marvel?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Inilah sosok dari karakter terbaru Marvel yaitu Ms. Marvel, Kamala Khan yang merupakan seorang gadis Muslim berumur 16 tahun keturunan Pakistan. tribune.com.pk

    Inilah sosok dari karakter terbaru Marvel yaitu Ms. Marvel, Kamala Khan yang merupakan seorang gadis Muslim berumur 16 tahun keturunan Pakistan. tribune.com.pk

    TEMPO.CO, Selandia Baru - Sutradara trilogi Lord of the Ring dan The Hobbit, Peter Jackson, ogah membuat film berdasarkan tokoh-tokoh superhero komik Marvel, seperti Iron Man, Captain America, Thor, dan Hulk.

    "Saya tidak pernah baca komik sepanjang hidup saya. Jadi, jelas, saya memiliki kekurangan di sini dan tak tertarik (membuat film Marvel)," ujar Peter, sebagaimana dikutip situs The Independent, Senin, 22 Desember 2014.

    Peter menolak membuat film Marvel karena sudah terlalu mainstream dan digerakkan oleh produk tertentu (franchise). "Sudah terlalu banyak film superhero juga," tuturnya. Ironisnya, film Peter yang sukses, seperti Lord of the Ring dan The Hobbit juga berdasarkan franchise Middle Earth karya penulis J.R.R. Tolkien. Karya terbaru Peter, The Hobbit: Battle of Five Armies, pun mengacu pada kisah Middle Earth.

    Peter mengatakan, seusai film The Hobbit, dia akan fokus menggarap film-film dengan skala lebih kecil. Namun produksinya akan tetap dilakukan di Selandia Baru, yang menjadi tempat kelahirannya. "Lagi pula, ada sedikit masalah dengan keluarga Tolkien. Selama tak ada kesepakatan dengan keluarga Tolkien selaku pemegang hak, jangan harap ada film baru dari karya Tolkien," ujar Peter.

    ISTMAN M.P. | THE INDEPENDENT

    Topik terhangat:

    KSAL Baru | Lumpur Lapindo | Perayaan Natal | Susi Pudjiastuti | Kasus Munir

    Berita terpopuler lainnya:
    4 Rencana Menteri Susi yang Berantakan
    Gubernur FPI Pantang Ucap Selamat Natal ke Ahok 
    Eva Bande, Dipenjara Gara-gara Bela Petani
    Ahok Makan Babi, Ibu-ibu di NTT 'Klepek-klepek'  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.