Yenny Wahid dan Puasa Daud Sinta Nuriyah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yenny Wahid putri dari Presiden Indonesia ke-4 Abdurrahman Wahid saat menghadiri Haul Gus Dur di Pondok Pesantren Ciganjur, Yayasan Wahid Hasyim, Jakarta (28/12). TEMPO/Nurdiansah

    Yenny Wahid putri dari Presiden Indonesia ke-4 Abdurrahman Wahid saat menghadiri Haul Gus Dur di Pondok Pesantren Ciganjur, Yayasan Wahid Hasyim, Jakarta (28/12). TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Wahid Institute Yenny Wahid ternyata terkadang memiliki kesulitan bila ingin menjamu ibunya, Sinta Nuriyah Wahid. Putri mantan presiden Gus Dur itu memang sering menghabiskan waktu bersama ibunya.

    Terkadang ia hanya menemani sang ibu di rumah, kadang pula mengajak ibunya untuk makan di sebuah restoran. "Nah, kalau mau ajak makan Mama, saya wajib telepon Mama malam sebelumnya," kata Yenny di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta, pada Senin, 22 Desember 2014. (Baca: Sinta Wahid: Perempuan Minoritas Rawan Pelecehan)

    Telepon pada malam sebelumnya itu memang bukan hanya mengingatkan sang ibu untuk acara esok hari. Namun juga permintaan Yenny agar sang ibu tidak berpuasa esok hari. "Ibu saya itu puasa setiap hari. Puasanya melebihi puasa Nabi Daud deh," ujar Yenny. Puasa Nabi Daud adalah puasa yang dilakukan setiap dua hari sekali dengan waktu yang selang seling. (Baca: Sinta Wahid: Jokowi Pimpin Penanganan Intoleransi)

    Tiap Hari Ibu, Yenny sebenarnya tidak memiliki tradisi tertentu, selain menemani sang ibu. Pada Hari Ibu tahun ini pun Yenny membawa tiga anaknya ke tempat acara sang ibu untuk mengajaknya makan bersama. "Yang terpenting dalam hidup itu kan kebersamaan bagi orang yang kita cintai, terutama ibu," ujarnya.

    Bila tidak mengajak makan, Yenny menuturkan suka mendampingi ibunya datang ke kondangan, begitu juga sebaliknya. "Suami saya itu malas kalau datang ke kondangan. Jadi, selalu minta ditemani Ibu," katanya. (Baca: Sinta Wahid Kritik Polisi Memihak di Konflik Agama)

    Ia pun menyadari bahwa keberhasilannya saat ini adalah salah satu berkat doa sang ibu. "Tanpa doa Ibu, tidak akan ada keberhasilan dalam hidup saya," katanya merasa bersyukur memiliki ibu seperti Sinta.

    MITRA TARIGAN

    Baca berita lainnya:
    4 Rencana Menteri Susi yang Berantakan
    Gubernur FPI Pantang Ucap Selamat Natal ke Ahok

    Peta Kekuatan Laut Indonesia di Perbatasan

    Indroyono: Negara Lain Mikir 10 Kali Serang Kita

    Ahok Makan Babi, Ibu-ibu di NTT 'Klepek-klepek'  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.