Tiga Persamaan Heboh Acara Anang dan Raffi Ahmad

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Musikus Anang Hermansyah menyanyikan lagu untuk istrinya, Ashanty, dalam syukuran Baby Shower yang diadakan di Jakarta 15 Oktober 2014. Acara ini dihadiri sejumlah artis seperti, Julia Perez, Liza Natalia, Tata Janeta, Ussy Sulistyawati, Angel Karamoy, dan Terry Putri.TEMPO/Nurdiansah

    Musikus Anang Hermansyah menyanyikan lagu untuk istrinya, Ashanty, dalam syukuran Baby Shower yang diadakan di Jakarta 15 Oktober 2014. Acara ini dihadiri sejumlah artis seperti, Julia Perez, Liza Natalia, Tata Janeta, Ussy Sulistyawati, Angel Karamoy, dan Terry Putri.TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Penayangan proses persalinan Ashanty di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Minggu, 14 Desember 2014, menuai kritikan. Saat Ashanty melahirkan, stasiun televisi RCTI menyiarkannya secara langsung. Acara ini pun berbuntut protes dan kritik dari publik.

    Sebelumnya, berselang dua bulan, TransTV menayangkan prosesi pernikahan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Tengker dengan durasi 14 jam. Stasiun tersebut menampilkan segmen live eksklusif bertajuk “Menuju Janji Suci” di dua tayangan regulernya, Insert dan Show Imah, sepanjang 6-15 Oktober 2014 lalu. Acara itu menyoroti persiapan kedua artis tersebut sebelum naik pelaminan. Puncaknya adalah ditayangkannya proses pernikahan tersebut selama dua hari dua malam pada 16-17 Oktober, sejak pukul 08.00-22.00 WIB.

    Kritik dan teguran disampaikan kepada stasiun televisi yang menyiarkan secara langsung itu. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengingatkan kedua stasiun televisi itu bahwa mereka menggunakan frekuensi milik publik yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemaslahatan masyarakat banyak. Berikut persamaan acara dua pasangan selebritas yang sedang “naik daun” itu.

    KPI kirim Teguran Secara Tertulis

    Acara prosesi kelahiran Anang dan Ashanty

    KPI melayangkan surat teguran kepada stasiun televisi RCTI karena menyiarkan acara persalinan Ashanty. KPI Menyatakan siaran itu memiliki durasi yang tidak wajar, yakni selama empat jam. Selain itu, KPI menilai tayangan itu tidak memberikan manfaat kepada publik sebagai pemilik frekuensi. Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas perlindungan kepentingan publik.

    KPI juga menyayangkan sikap Anang Hermansyah sebagai anggota DPR RI, yang semestinya berlaku santun dan bijak di depan publik. Dalam surat teguran bernomor 2932/K/KPI/12/14 itu, KPI meminta RCTI untuk tidak menayangkan kembali atau re-run tayangan tersebut, serta tidak mengulangi kesalahan serupa untuk program sejenis lainnya di kemudian hari.

    KPI menyatakan peristiwa yang bersifat personal, seperti kelahiran, pernikahan, dan kematian, merupakan acara yang tidak layak ditayangkan di televisi nasional dengan durasi berlebihan. Siaran Reality Show "Eksklusif Proses Persalinan Ashanty" ditayangkan di RCTI pada Ahad lalu, 14 Desember 2014, mulai pukul 13.14 WIB. Tayangan selama empat jam lebih itu diberi judul Anakku Buah Hati Anang & Ashanty.

    Acara prosesi pernikahan Raffi dan Nagita

    Komisi Penyiaran Indonesia Pusat memberi teguran tertulis kepada salah satu stasiun televisi swasta, Trans TV, karena telah menayangkan prosesi pernikahan artis selama dua hari berturut-turut. KPI Pusat menilai siaran “Janji Suci Raffi dan Nagita” telah dimanfaatkan bukan untuk kepentingan publik. Program tersebut disiarkan dalam durasi waktu siar yang tidak wajar serta tidak memberikan manfaat kepada publik sebagai pemilik utuh frekuensi.

    Dalam surat yang dikeluarkan hari ini, dengan Nomor 2415/K/KPI/10/14 tersebut, KPI menilai Trans TV telah melakukan pelanggaran atas perlindungan kepentingan publik. KPI Pusat memutuskan bahwa tindakan penayangan tersebut telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 pasal 11 ayat 1, serta Standar Program Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 pasal 11 ayat 1. Berdasarkan pelanggaran di atas, KPI Pusat memutuskan menjatuhkan sanksi administrasi teguran tertulis.

    Trans TV yang dimiliki oleh pengusaha sekaligus Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Chairul Tanjung itu, diminta untuk tidak menayangkan kembali (re-run), serta tidak mengulangi kesalahan yang sama untuk program sejenis atau program sejenis lainnya.

    Selanjutnya: RCTI Belum Ada Tanggapan, Trans TV Menyangkal

    RCTI Belum Ada Tanggapan, Trans TV Menyangkal

    RCTI

    Public Relations RCTI Tika mengatakan stasiun televisinya hari ini akan menggelar rapat terkait dengan teguran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) atas disiarkannya acara persalinan anak pasangan Anang Hermansyah dan Ashanty. “Belum ada tanggapan khusus dari petinggi RCTI. Mengenai teguran (KPI), akan didiskusikan internal hari ini,” katanya, saat dihubungi Tempo, Rabu, 17 Desember 2014.

    Trans TV

    Public Relations Manager Trans TV Hadiansyah Lubis mengatakan stasiun TV-nya tak merasa melanggar poin-poin yang dituduhkan KPI terhadap penayangan rangkaian acara pernikahan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Menurut dia, Trans TV telah menayangkan acara yang sesuai dengan segmentasinya sebagai media hiburan masyarakat Indonesia. "Banyak masyarakat yang terhibur. Buktinya, rating acara ini sangat tinggi," katanya saat dihubungi Tempo, Selasa, 21 Oktober 2014.

    Dia mengatakan penayangan ini sesuai dengan format Trans TV yang menayangkan informasi hiburan yang diinginkan publik. "Banyak masyarakat ingin tahu prosesi pernikahan Raffi-Gigi, makanya kami tayangkan," katanya.

    Selanjutnya: Ngunduh Mantu Bareng Promo Wisata

    Ngunduh Mantu Bareng Promo Wisata

    Bersamaan dengan Bulan Berkunjung Jember

    Anang mengatakan bahwa acara ngunduh mantu Anang dan Ashanty yang digelar pada Juli 2012 itu tidak memanfaatkan dana APBD jembar. Namun acara tersebut memang masuk event Bulan Berkunjung Jember (BBJ) 2012.  "Murni memakai uang keluarga. Keluarga saya di sini, kan, keluarga besar.”

    Bahkan, untuk biaya transportasi dan hotel semuanya merupakan hasil urunan keluarga. Jika tidak percaya, pihaknya pun menantang untuk mengecek sendiri hotel di Jember, yang saat itu diakui tidak seberapa jumlah dan besarnya. “Ini semua ada catatannya. Tapi, masak saya mau membawa buku catatan itu," ujarnya sembari tertawa.

    Kegiatan Bulan Berkunjung Jember (BBJ) 2012, termasuk di dalamnya kegiatan ngunduh mantu artis Anang-Ashanty sebesar Rp 6,5 miliar waktu itu diduga bermasalah karena dianggap masuk ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2012.

    Bersamaan peresmian Taman Alun-alun Bandung

    Pesta ngunduh mantu Raffi Ahmad dan Nagita Slavina akan digelar. Bertempat di Bandung, rencananya pada tanggal 30 Desember. Acara itu bersamaan peresmian Taman Alun-alun Bandung untuk kepentingan promosi Kota Bandung.

    "Kabar bahagianya, ya, kalau jadi akhir tahun mau jadi acara lagi. Ngunduh mantu di Bandung. Rencananya akan diadakan pada tanggal 30 Desember, jadi tanggal 31 kita sekalian tahun baruan di sana," kata Raffi, Rabu, 26 November 2014.

    Namun Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyatakan, membatalkan izin penggunaan Pendopo Kota Bandung untuk ngunduh mantu pasangan selebritis Raffi Ahmad-Nagita Slavina pada akhir tahun itu. "Acara ngunduh mantu Raffi tidak dilaksanakan di Pendopo Kota Bandung. Sekian. Terimong geunaseh," yang diucapkan melalui akun Twitter Emil.

    TEMPO| ANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.