Bangkrut, Raffi Ahmad Tak Kapok Berbisnis Properti  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nagita Slavina dan Raffi Ahmad. Instagram.com/@Raffiahmadlagi

    Nagita Slavina dan Raffi Ahmad. Instagram.com/@Raffiahmadlagi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menekuni bisnis bukan hal baru bagi Raffi Ahmad. Presenter Dahsyat yang baru saja menikah dengan artis Nagita Slavina pada Oktober lalu itu ternyata pada tahun 2008 pernah membuka bisnis kafe di Legian, Bali. (Baca: Investasi Raffi, dari Lamborghini ke Properti)

    "Saya pernah bisnis kafe tahun 2008. Nilai investasinya sekitar semiliaran. Tetapi bisnis tersebut enggak bagus dan enggak kuat karena nilainya terus bertambah. Jadi saya bangkrut alias gulung tikar," kata Raffi dalam acara ramah tamah peluncuran Hardys Land Property and Resort di Nusa Dua, Bali, pada Sabtu malam, 13 Desember 2014.

    Raffi pun menceritakan saat nilai investasi bisnis di kawasan strategis seperti Legian merangkak tinggi. (Baca: Daftar Pemenang Yahoo Celebrity Awards 2014.) "Sekarang angka minimnya mencapai Rp 5 miliar. Jumlah ini baru untuk modal awal, belum termasuk peralatan yang lain. Kalau ditambah biaya lain-lainnya menjadi besar jumlahnya, paling kecil mencapai Rp 10 miliar," kata Raffi menceritakan seputar bisnisnya di kawasan strategis Bali.

    Pernah mengalami kebangkrutan seperti itu tak menyurutkan semangat Raffi untuk terus berbisnis. "Pokoknya bisnis masih jalan terus. Pengalaman bangkrut jadi guru berharga. Sekarang saya pilih investasi properti karena manfaatnya banyak. Kalau suka, bisa segera ditinggali, enggak suka, ya, bisa dijual. Enak main di properti, memutar uangnya cepat," kata Raffi. (Baca: Di Trans TV, Rating Jokowi Kalah dari Raffi-Gigi)

    HADRIANI P.

    Terpopuler
    Raul Lemos Sebut Bayi Anang-Ashanty Cantik 
    Anang Minta Maaf Soal Tayangan Ashanty Melahirkan
    Krisdayanti Ucap Selamat atas Kelahiran Putri Ashanty
    Investasi Raffi, dari Lamborghini ke Properti
    Beyonce Ternyata Penggemar Meghan Trainor



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.