Kurikulum 2013, Jay Subiakto Desak Anies Tegas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jay Subiakto. TEMPO/Nurdiansah

    Jay Subiakto. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Jay Subiakto mengkritik penerapan Kurikulum 2013. Penata artistik tersebut sepertinya meragukan efektivitasnya. Menurut Jay, Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar-Menengah Anies Barwedan harus lebih tegas soal kurikulum tersebut. (Baca: Jay Subiakto Kecewa pada Jokowi, Untung Ada Susi)

    "Yang perlu diingat, Indonesia sangat luas. Pendidikan di Jawa dengan luar Jawa itu masih sangat berbeda," ujar Jay kepada Tempo, Rabu, 10 Desember 2014.

    Jay menyarankan agar pemerintah menerapkan pemetaan standar pendidikan. Menurut dia, sangat tidak adil jika standarnya disamaratakan. "Fasilitas pendidikan di Indonesia timur itu masih sangat kurang. Jangankan buku pelajaran, bagunan sekolah mereka aja masih banyak yang perlu pembenahan," tutur Jay. (Baca: Jay Subiakto: Gubernur FPI Cukup Menghibur)

    Hal lain yang perlu dipertimbangkan ialah minimnya kesiapan guru dalam menerapkan Kurikulum 2013.

    Sampai saat ini, penerapan Kurikulum 2013 masih diperdebatkan. Perdebatan muncul dari dua sisi, saat diterapkan dan saat dicabut penerapannya. Menteri Anies Baswedan menginstruksikan semua sekolah untuk meninggalkan Kurikulum 2013 dan kembali menggunakan Kurikulum 2006. Sebab, Anies menganggap penerapan Kurikulum 2013 tergesa-gesa. (Baca: Ngotot Kurikulum 2013, Pejabat Ingin Temui Anies)

    RINA ATMASARI | HADRIANI P.

    Terpopuler
    Jay Subiakto Kecewa pada Jokowi, Untung Ada Susi
    Jay Subiakto: Gubernur FPI Cukup Menghibur
    'Afgan' dari Inggris pun Nyanyi Terima Kasih Cinta 
    Afgan dari Inggris Ternyata Jago Teater 
    Panitia Film Senyap di Malang Diinterogasi Intel  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.