Meriahnya Pawai Gropyokan Korupsi di Yogya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personil grup band GIGI berpose dalam sesi foto peluncuran album baru mereka di Umaniara, Jakarta Selatan, (22/3). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Personil grup band GIGI berpose dalam sesi foto peluncuran album baru mereka di Umaniara, Jakarta Selatan, (22/3). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pawai budaya bertajuk Gropyokan Korupsi yang menjadi bagian dari festival peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di Yogyakarta yang digagas Komisi Pemberantasan Korupsi dan sejumlah kalangan seniman berlangsung meriah pada Selasa, 9 Desember 2014. (Baca: Seniman Yogya Serukan Korupsi Adalah Kita)

    Para peserta pawai yang terdiri atas perwakilan seniman, kepolisian, tentara, dan komunitas masyarakat kecamatan se-Yogyakarta itu melakukan longmarch dari Wisma LPP di Jalan Adisucipto menuju Stadion Kridosono.

    Dalam aksi jalan kaki yang menempuh rute kurang-lebih satu kilometer itu, tiap kelompok menampilkan kostum dan atraksi masing-masing. (Baca: Hari Antikorupsi, Teater Gandrik Pentas Lagi)

    Di barisan terdepan pawai, dua remaja tanggung bertopeng tikus dengan ekor buatan bergerak menari dan melompat, mirip gerak-gerik tikus. Kedua remaja itu masing-masing mengenakan kostum warna merah dan putih seperti bendera Indonesia.

    "Topeng tikus ini sebagai gambaran jiwa koruptor yang bisa melekat pada siapa saja. Harus diberantas dari diri sendiri dulu," ujar seniman penggerak pawai dan konser ini, Agung Kurniawan. (Baca: Superman Is Dead Perangi Korupsi)

    Di barisan berikutnya, sejumlah masyarakat menampilkan kostum prajurit keraton dan membawa tombak. Mereka disusul para perempuan yang membawa panah dan pedang dengan dandanan garang siap perang.

    Suasana makin meriah ketika barisan tentara dan kepolisian melintas. Menggunakan kendaraan operasional kepolisian, tentara dan polisi berjoget dengan alunan musik dangdut di atas kendaraan itu. (Baca: Shaggy Dog Ingatkan Potensi Korupsi pada Bencana)

    Para warga dari perwakilan kecamatan di Kota Yogyakarta tampil belakangan dengan membawa pelbagai pesan dan kecaman berbentuk poster agar publik menghindari perilaku korup. Poster-poster bertuliskan "Hasil Korupsi Bukan Rejeki" dan "Jangan jadi Tikus Berdasi" mewarnai aksi itu. (Baca: Jokowi Tolak Grasi, Ruhut: Eksekusi Segera!)

    Yan Paharsa, anggota panitia Gropyokan Korupsi, menuturkan pawai ini menjadi pembuka konser dan proklamasi antikorupsi yang dipusatkan di Stadion Kridosono pada malam harinya.

    Naskah proklamasi antikorupsi yang diarak dalam pawai itu diserahkan kepada pimpinan KPK sesampainya di Kridosono.

    Sejumlah pimpinan KPK membaca bersama naskah proklamasi antikorupsi itu bersama ribuan warga dan para musikus pendukung, seperti Superman Is Dead, Navicula, dan Jogja Hip Hop Foundation. (Baca: Superman Is Dead: Korupsi Belum Dipandang Wah)

    PRIBADI WICAKSONO
    Terpopuler
    Superman Is Dead Perangi Korupsi
    Superman Is Dead: Korupsi Belum Dipandang Wah
    Shaggy Dog Ingatkan Potensi Korupsi pada Bencana
    Peringati Hari HAM, Film Senyap Diputar di Bandung 
    Keaslian Tubuh Kim Kardashian Dipertanyakan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.