Empat Kebijakan Jokowi untuk Industri Kreatif

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo, menemui warga dalam perjalanannya menuju lokasi klaster perkebunan sagu di Desa Sungai Tohor di Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kepulauan Meranti, Riau, 27 November 2014. ANTARA FOTO

    Presiden Joko Widodo, menemui warga dalam perjalanannya menuju lokasi klaster perkebunan sagu di Desa Sungai Tohor di Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kepulauan Meranti, Riau, 27 November 2014. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Palembang - Dalam sambutannya di malam penganugerahan Festival Film Indonesia 2014, Presiden Joko Widodo mengatakan untuk meningkatkan kekuatan ekonomi kreatif Indonesia, termasuk perfilman, pemerintah setidaknya akan menjalankan empat kebijakan. Yang pertama adalah mengintegrasikan aset dan potensi industri kreatif Indonesia.

    Kedua, mendorong inovasi dalam industri kreatif. Selanjutnya adalah meningkatkan kesadaran dan apresiasi atas industri kreatif, termasuk Hak Kekayaan Intelektual. (Baca juga: Jokowi Tonton 3 Film Indonesia Ini Sejak 2013)

    "Dalam satu-dua bulan ke depan juga akan dibentuk Badan Ekonomi Kreatif yang berada langsung di bawah Presiden," ujarnya.

    Jokowi juga menyatakan untuk mencapai tujuan ini dibutuhkan keseriusan dari semua pihak. "Tahun depan kalau dukungan kita kurang total, tolong saya dibisiki. Ini serius," katanya.

    Jokowi sempat mendaftar beberapa judul film yang ia tonton sejak tahun lalu. Tiga film tersebut adalah Manusia Setengah Salmon, Malam Minggu Miko, dan Comic 8.

    RATNANING ASIH

    Berita lain:
    Hadang Miras Oplosan, Ahok Ingat Al Capone
    Survei: Golkar Khianati Rakyat
    Kalahkan Malaysia, Indonesia ke Final Axiata Cup


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bagi-bagi Jatah Menteri di Komposisi Kabinet Jokowi

    Partai koalisi pemerintah membahas komposisi kabinet Jokowi - Ma'ruf. Berikut gambaran komposisi kabinet berdasarkan partai pendukung pasangan itu.