Nusantaranger, Power Ranger-nya Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang peserta menggambar tokoh komik dalam Popcon Asia 2014 di Smesco Exhibition Hall, Jakarta, 20 September 2014. TEMPO/Nurdiansah

    Seorang peserta menggambar tokoh komik dalam Popcon Asia 2014 di Smesco Exhibition Hall, Jakarta, 20 September 2014. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejak akhir tahun lalu, jagat akun media sosial Twitter ramai oleh tagar #nusantaranger. Adalah Shani Budi Pandita, 33 tahun, dan istrinya, Tamalia Arundhina, 28 tahun, biang di balik kegemparan itu. Nusantaranger adalah komik tentang lima pemuda asal Indonesia yang dikisahkan menjaga Nusantara dari Kelana, sosok jahat yang ingin mengusai Marcapada. Lima pahlawan itu mewakili lima pulau besar di Indonesia, yakni Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

    Untuk proyek itu, Shani dan Tami menggandeng Hendranto Pratama Putra (ilustrator), Indra Arista alias Nabun (manajer proyek), Keinesasih Hapsari Putri (penulis skenario), M. Bisri Mustova (desainer situs), dan Sweta Kartika (penggambar komik). Asyiknya, komik itu bisa dibaca gratis di situs Jagawana, sebutan untuk pembaca Nusantaranger. Komik online dipilih Shani ketimbang cetak karena masalah pembiayaan.

    Baru diluncukan awal tahun ini, Nusantaranger sudah diklik lebih dari 33 juta kali. "Setengah jam sebelum chapter baru diluncurkan, yang standby di situs kami sampai ratusan orang, ha-ha-ha," kata Shani saat kami temui di Kemang, beberapa waktu lalu. (Baca juga: KPAI Minta Komik Sesama Jenis Ditarik)

    Ini adalah buah kerinduan Shani pada sosok komik dan pahlawan Nusantara. Ia jadi berkhayal, tentang sosok pahlawan yang bisa memberi pelajaran soal kebajikan dan kejahatan. Kostumnya sengaja ia bikin mirip dengan Power Rangers, agar pembaca merasa akrab dengan tokoh Nusantaranger. Yang membedakan adalah desain topeng Nusantaranger yang diadopsi dari topeng tradisional.

    Karakter-karakter Nusantaranger, kata Tamalia, juga dibuat dekat dengan anak muda Indonesia. Ada Rangga yang slengekan, Kanaya yang tomboy, Rimba yang bijaksana dan jadi “bapaknya anak-anak”, Renata yang pendiam, dan George Saa yang pintar. "Kami bikin itu agar pembaca merasa ada kemiripan dengan salah satu karakter," ujarnya.

    Konsep yang ada di pikiran Shani itu lantas didiskusikan dengan Tamalia, dan iseng-iseng dicuitkan ke Twitter dengan tagar #nusantaranger. Pops! Tagar itu ternyata membuat banyak tweeps penasaran. Bahkan ada tweeps yang menggambar karakter Nusantaranger, sebelum komik itu diluncurkan di situs. "Animo teman-teman di Twitter ternyata besar sekali, rasanya sayang kalau konsep itu tak betul-betul diwujudkan," ujar videografer lepas itu.

    Shani lalu menggandeng kawan-kawan yang sekarang bergabung di tim Nusantaranger. Untuk penggambar komiknya, ia sejak awal ingin posisi itu diisi Sweta yang dikenal lewat Wanara. Sweta bahkan tak mempersoalkan soal pembayaran karena punya misi sama dengan Shani. (Baca juga: Kontras Terbitkan Komik Munir)

    Makin banyak bab komik Nusantaranger yang diluncurkan ke situs, jumlah Jagawana kian banyak. Kini penggemar komik itu tak cuma orang Indonesia, tapi juga warga Singapura, Malaysia, bahkan Amerika Serikat. Saking banyaknya orang yang mengakses komik Nusantaranger, server situs itu sudah lima kali ditambah kapasitasnya.

    ISMA SAVITRI

    Terpopuler:
    Ketika Kerajinan Indonesia Naik Kelas
    Begini 7 Tren Mode Tahun Depan
    Hasil Survei: Mayoritas Publik Belum Paham AIDS
    Tip Mudah Berlipstik Merah
    Rutinitas Harian Picu Gangguan Nyeri Punggung


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?