Kineforum Misbar 2014, Dibuka Film Kantata Takwa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kineforum Misbar 2014 by Hadriani P

    Kineforum Misbar 2014 by Hadriani P

    TEMPO.CO, Jakarta -Tahun 2014 menjadi tahun kedua penyelenggaraan Kineforum Misbar, sebuah bioskop yang didesain khusus untuk ruang terbuka di Jakarta. Acara ini merupakan kerja sama Kineforum Dewan Kesenian Jakarta dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta yang berlangsung di Lapangan Basket, Lapangan Blok S dan Lapangan Futsal, Taman Menteng. (Baca: StoS Film Festival Putar Film Sampah Purbalingga)

    "Tema tahun ini Lawan yang merupakan tantangan terhadap peristiwa sosial kemasyarakatan yang terjadi sepanjang 2014, " kata Irawan Karseno, Ketua Kineforum Misbar 2014 ditemui di Lapangan Blok S pada Sabtu malam, 22 November.

    Irawan menjelaskan tahun ini merupakan tahun perubahan di mana masyarakat Indonesia mengalami banyak hal dalam upaya melawan dan memperbaiki hal-hal yang semata-mata bukan perihal fisik tapi juga personal yang terkait dengan lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia.

    "Tema Lawan merupakan sebuah ajakan untuk membangun ruang bersama yang kian luwes dan tidak lagi terikat pada aturan-aturan konvensional yang selalu diarahkan untuk kepentingan atau kalangan tertentu," kata Irawan yang menjelaskan acara ini akan berlangsung pada 22 November hingga 6 Desember mendatang.

    Irawan mengamati masyarakat kita memerlukan alternatif tontonan pada Misbar yang menjadi sebuah ciri budaya menonton yang ada di Indonesia sejak tahun 70an. Kali ini, misbarnya memakai standarisasi pemutaran film ala bioskop dan tentunya menyajikan film-film yang berkualitas seperti Kantata Takwa, filmnya Eros Djarot dan Gotot Prakosa yang dibuat tahun 2008. (Baca: Eros Djarot Bangga dengan Badai Pasti Berlalu)

    Kemudian Kuldesak filmnya Riri Riza, Nan Achnas dan Mira Lesmana pada 1998. "Dan ada empat puluh film pilihan yang akan diputar merupakan film Indonesia klasik dan kontemporer tang dinilai oleh tim pemogram yang memperlihatkan perlawanan pada situasi dan kondisi zamannya secara estetika film dan pergerakannya," kata Irawan.

    Pada Kineforum kali ini juga menampilkan pemutaran film Garuda Power: The Spirit Within karya Bastian Meirosonne di tahun ini. Kemudian ada juga pemutaran film laga Indonesia yang pernah diputar di Busan Internasional Film Festival pada 29 November mendatang. Selain itu, film klasik Titian Serambut Dibelah Tujuh karya Chaerul Umam pada 1982 juga diputar di acara ini.   

    Pada Sabtu malam (22/11) pemutaran film Kantata Takwa menyita perhatian. Film besutan seniman bertangan dingin Eros Djarot dan Gotot Prakosa menceritakan sebuah puisi kesaksian para seniman Indonesia yang mengalami tekanan rezim orde baru. Film yang menyajikan periode sejarah sangat kental dengan penangkapan, penculikan, bahkan pembunuhan para aktivis yang arah ideologinya tidak selaras dengan pemerintah penguasa. (Baca: Sawung Jabo Turun Gunung Galang Dana untuk Sujud

    HADRIANI P.
    Terpopuler
    Syaharani Manggung Energetik di Ngayogjazz 2014 
    Erwin Arnada Kunjungi Penjara Hatta di Belanda
    Diiringi Pawang, Penari Tampil Seolah Kesurupan 
    Pasar Seni ITB Digarap 800 Mahasiswa 
    Sejak BBM Naik, Olivia Belum Pernah Beli Bensin



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.