Pasar Seni ITB Digarap 800 Mahasiswa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kampung alumni bertema Seni Rupa Woodstock Revival dipasang di taman Aula Barat ITB, Bandung, Jawa Barat, sehari sebelum perhelatan Pasar Seni ITB, Sabtu, 22 November 2014. TEMPO/Prima Mulia

    Kampung alumni bertema Seni Rupa Woodstock Revival dipasang di taman Aula Barat ITB, Bandung, Jawa Barat, sehari sebelum perhelatan Pasar Seni ITB, Sabtu, 22 November 2014. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Perhelatan Pasar Seni Institut Teknologi Bandung melibatkan sekitar 800 mahasiswa. Ajang transaksi karya seni, desain, dan kriya yang disebut terbesar se-Asia Tenggara ini berbiaya Rp 1 miliar. "Kami bekerja berbulan-bulan menyiapkan sambil kuliah," kata ketua panitia acara, Ignatius Gerry, di sela persiapan acara, Ahad, 23 November 2014.

    Tradisi Pasar Seni ITB sejak dirintis perupa A.D. Pirous pada 1972 melibatkan seluruh mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB. Menurut Gerry, mereka juga dibantu mahasiswa jurusan lain serta kampus di luar ITB. "Tema Pasar Seni sekarang 'Aku, Kita, dan Semesta', terkait situasi sosial sekarang yang terasa individualistis," ujarnya.

    Area Pasar Seni yang mencapai sekitar dua per tiga luas kampus ITB di Jalan Ganesha, Bandung, dibagi menjadi tiga wilayah menurut tema. Panitia ingin meleburkan individualitas pengunjung dalam kebersamaan, sebagai sosok yang hidup bersama di alam semesta. Pendekatannya antara lain dengan menghadirkan empat seni pertunjukan, sepasang panggung, dan aneka instalasi.(Baca : Sebaran Wahana Unik di Pasar Seni ITB)

    Selain itu, dalam acara yang digelar tiap empat tahun sekali ini ada 396 kios berbahan bambu dan kayu. Jejeran tempat berjualan ini diisi para pembuat karya seni, seperti Jeihan Sukmantoro, Nyoman Nuarta, dan Tisna Sanjaya. Produk desain dan kriya serta puluhan jenis makanan pun ada di sana.

    Rencananya, Pasar Seni ITB akan dibuka Wali Kota Bandung Ridwan Kamil pada pukul 09.00 WIB. Seremoni itu diiringi acara bertajuk Kesegarun (dibaca: "kesegaran") berupa bersepeda dan jalan santai dari Balai Kota Bandung ke Pasar Seni ITB melintasi area car free day di Jalan Dago. "Tujuannya, agar badan sehat sambil mengajak orang ke Pasar Seni," kata Gerry.

    ANWAR SISWADI

    Berita Terpopuler
    Sineas Malang Tertantang Produksi Film Sendiri 
    Diiringi Pawang, Penari Tampil Seolah Kesurupan 
    Berburu Animasi Maskot di Tengah Pasar Seni ITB 
    Sujud Kendang Tampil Membuka Ngayogjazz 2014


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?