Galeri West Akan Bangun Galeri Terbesar di Asia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mark Rothko berpose di depan karyanya. (huffingtonpost)

    Mark Rothko berpose di depan karyanya. (huffingtonpost)

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu pengembang properti AKR Land akan membangun museum seni terbesar di Asia Tenggara, bernama Museum Modern and Contemporary Art di Nusantara (MaCAN) di Galeri West, Jakarta Barat. Hal ini diungkapkan Managing Director AKR Land Widijanto pada Rabu, 19 November 2014, di Galeri West, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

    Menurut Widiyanto, nantinya museum akan didedikasikan untuk seni bagi masyarakat Indonesia. Ia mengatakan Indonesia mempunyai kebudayaan dan nilai seni yang tinggi. Dan Indonesia memiliki seniman-seniman lokal yang karyanya telah dipamerkan di mana-mana bahkan sampai ke luar negeri.

    "Sayangnya tempat untuk pameran karya-karya seniman Indonesia masih terbatas, sehingga lebih banyak seniman memamerkan hasil karyanya di luar negeri. Maka dari itu, kami ingin agar seniman-seniman lokal bisa memamerkan hasil karyanya di museum ini," katanya. (Baca: Lukisan Abstrak Seniman Prancis Dipamerkan di Bali)

    Selain itu kurang adanya metode platform dari seniman Indonesia untuk memperjualbelikan karyanya di pasar internasional. "Nanti akan didirikan yayasan yang akan memilih para seniman yang bisa dipercaya dan punya talenta untuk membuat karya bisa dilempar ke dunia internasional," kata Widijanto.

    Museum ini akan menempati posisi ketiga terbesar setelah Jepang (Mori Corporate) dan Samsung (Korea). "Menurut Christies koleksinya museum ini sekitar 2.000-an menempati posisi ketiga di Asia," kata Widijanto menyebut luas museum sekitar 4.500 meter ini dan akan rampung pada 2017 ini.

    Widijanto mengatakan desain museum tersebut menggunakan jasa arsitek khusus dari United Kingdom (UK), yakni Met Studio yang mendesain hampir seluruh museum di UK.

    Salah satu lukisan yang dimiliki museum ini, koleksi Mark Rothko, seniman kelahiran Latvia, pada September 1903 dan meninggal pada 1970. Ia keturunan Yahudi Rusia menetap di Amerika Serikat. (Baca: Seni Lukis Indonesia Masih Kuat di Asia Tenggara)

    Mark diidentifikasi sebagai ekspresionis abstrak, meskipun ia sendiri menolak label ini dan bahkan menolak klasifikasi sebagai "pelukis abstrak". Mark merupakan salah satu seniman Amerika yang paling terkenal pasca-perang yang sukses membawa aliran abstrak ke panggung dunia, mengidentifikasi kesenian khas Amerika, dan memetakan New York sebagai pusat kesenian Barat yang baru, menggantikan Paris.

    Lukisan Mark pernah memecahkan rekor dunia untuk lukisan mahal pernah terjual, seharga 850 miliar.

    EVIETA FADJAR


    Berita Terpopuler
    Jolie Larang Kim Kardashian Hadiri Promosi Filmnya
    Sakit Hati, Jessica Iskandar Akan Tuntut Haters?
    Di Pentas Jazz Ini, Ada Penonton Pakai Sarung
    Beda Ngayogjazz dengan Java Jazz


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?