Sakit Hati, Jessica Iskandar Akan Tuntut Haters?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jessica Iskandar. TEMPO/Arnold Simanjuntak

    Jessica Iskandar. TEMPO/Arnold Simanjuntak

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktris Jessica Iskandar selama ini bungkam perihal masalah yang sedang dihadapinya bersama Ludwig, pria Jerman yang dinikahinya. Masalah yang sedang dihadapi Jessica ternyata dijadikan pelampiasan para haters di media sosial.

    Banyak cercaan yang diterima Jessica di media sosial. Ternyata, ibu satu anak itu merasa tersakiti. Dia bertanya kepada pengacara Farhat Abbas perihal UU ITE, apakah para pembencinya di dunia maya atau bisa disebut haters itu bisa dituntut?

    "Di Instagram ada beberapa orang yang menghina, saya merasa sakit hati, apakah mereka bisa dijerat UU ITE," tanya Jessica kepada Farhat yang menjadi bintang tamu di Pesbuker, Kamis, 19 November 2014. (Baca: Gereja Yesus Buka Kisruh Nikah Jessica Iskandar)

    Farhat menjawab dengan santai. "Kamu kan public figure, anggap saja itu sebagai uji mental," kata Farhat. Jessica merasa selama ini cukup sabar menghadapi masalah yang sedang dihadapinya. Dia mengaku pasrah dan lebih banyak diam dihujat. "Jessica sudah sangat sabaar, biarkan Tuhan yang membalasnya," kata Jessica.

    Dalam kesempatan itu, Farhat juga membuka pintu untuk membantu Jessica dalam menghadapi masalah. Tapi bintang film Dealova itu mengatakan, telah ada dua pengacara yang mewakilinya. "Kamu bisa gugat balik sebanyak 2 triliun!" Kata Farhat lantang.

    Riuh pun terdengar dari beberapa temannya seperti Raffi Ahmad, Uya Kuya, dan Billy. Sedangkan Jessica tertawa kesenangan.

    ALIA

    Berita Terpopuler
    Bella Shofie Bicara Soal Apartemen Udar Pristono
    Gara-gara Rumor Dekat Udar, Bella Batal Nikah
    Syamsir Alam Digoda Nikita Mirzani Lewat Twitter
    Jolie Larang Kim Kardashian Hadiri Promosi Filmnya


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.