Cerita Roy Marten yang Pernah Ditampar 17 Kali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Roy Marten. TEMPO/Dwi Narwoko

    Roy Marten. TEMPO/Dwi Narwoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktor senior Roy Marten rupanya pernah merasakan kejadian tak enak, ditampar hingga 17 kali. Meskipun kejadian itu telah lewat puluhan tahun, tamparan itu masih cukup membekas dalam ingatan aktor kelahiran Salatiga itu.

    “Waktu itu saya habis syuting, tiga hari tidak tidur. Nah pas syuting itu saya capek dan ngantuk sekali. Sekali ditampar masih enak, tapi selanjutnya ya kunang-kunang,” ujar Roy,  membuka kisah  tak mengenakkan 37 tahun yang lalu di acara pemutaran dan diskusi film Badai Pasti Berlalu di Auditorium Terapung, Perpustakaan Universitas Indonesia, Jumat, 14 November 2014. (Baca: Eros Djarot Bangga dengan Badai Pasti Berlalu

    Kejadian  itu awalnya, diungkapkan oleh aktor kawakan Slamet Rahardjo Djarot, Slamet dan Roy sama-sama membintangi film Badai Pasti Berlalu yang disutradarai almarhum Teguh Karya. Slamet saat itu menjadi tokoh antagonis, Helmi , sedangkan Roy berperan sebagai Leo .  Mereka beradu akting dengan aktris Christine Hakim.

    Dalam satu adegan, Christine Hakim menampar Roy yang di film itu menjadi kekasihnya.  Karena Roy sedang kecapekan dan tak konsentrasi, Teguh  meminta adegan itu dilakukan berulang kali. Dari 17 kali tamparan itu, Teguh hanya mengambil satu gambar terbaik. (Baca: Daftar Selebritas yang Terjerat Kasus Narkoba

    Baik Slamet maupun Roy mengatakan, kisah itu hanyalah sekelumit pengalaman bekerja di bawah arahan sutradara kenamaan yang terkenal disiplin itu. Walau harus menahan sakit ditampar berkali-kali, Roy senang karena film ini meraih kesuksesan.

    Tak hanya jadi film terlaris, Badai Pasti Berlalu juga mendapat penghargaan Piala Citra dalam Festival Film Indonesia pada 1978 untuk kategori tata musik, editing, editing suara dan fotografi.

    DIAN YULIASTUTI

    Baca Berita Terpopuler
    Di Mimbar Masjid, Pria Ini Pimpin Doa Tolak Ahok
    Ahok Akan Dilantik, FPI: Itu di Tangan Tuhan
    Unhas Geger, Guru Besar dan Mahasiswi Nyabu
    Tertangkap Nyabu, Ini Pembelaan Guru Besar Unhas
    G20, Sofyan Djalil Tak Setuju Usulan Menteri Susi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.