Bocah-bocah Anti-Anarkistis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pamflet film Bombe'. TEMPO/Iqbal Lubis

    Pamflet film Bombe'. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO , Makassar: Turun dari mobil berwarna putih, wajah sembilan anak tampak ceria. Mereka berebut turun duluan, lalu berlari. Di teras, sembilan anak ini disambut Syahrir Arsyad Dini, sutradara film Bombe' pada Selasa sore lalu. Mereka bersua dengan penggemar di Gedung Miring Telkomsel di Jalan A.P. Pettarani. Film Bombe' rilis perdana pada 6 November lalu di bioskop-bioskop Makassar.

    Film ini berkisah tentang dua geng di salah satu sekolah dasar: geng 1A dan 1B. “Kerjanya hanya berkelahi,” kata Rere—sapaan akrab sang sutradara—disambut tawa para hadirin. Kedua geng itu janjian untuk ribut sepulang sekolah.

    Tapi nyatanya, sepulang sekolah, tak seorang pun mereka temui di jalanan tempat janjian mereka. Kedua geng sekolah itu, Rere mengatakan, menyusuri beberapa lokasi di Makassar, seperti Anjungan Losari, Masjid Raya, terminal, dan beberapa lokasi terkenal di Makassar. Dalam pencarian mereka, tak satu pun yang mendapati manusia berlalu-lalang, terlebih keluarga mereka. Makassar, dalam film itu, kata personel Art2tonik ini, kosong melompong. “Yang tadinya mau bermusuhan, akhirnya tolong-menolong.”

    Mereka memutuskan berdamai demi mencari sanak keluarga mereka yang hilang entah ke mana. “Konflik film ini, bagaimana mereka akhirnya kembali bertemu dalam satu titik setelah mereka melakukan pencarian.”

    Film berdurasi 1,5 jam ini akan diputar lima kali sehari di bioskop. Film asli garapan Makassar tersebut menceritakan bagaimana menghadirkan kedamaian dan ketenteraman di kota ini. Pesannya agar masyarakat, khususnya Makassar, tidak suka tawuran. “Jangan menjadi masyarakat anarkistis.”

    Rere bercerita, sempat terjadi perubahan skenario. Salah seorang pemeran, Rara, jatuh sakit. “Padahal sudah pengambilan gambar yang kedua kalinya.” Film ini juga sepenuhnya menggunakan bahasa khas dialek Makassar. “Para pemeran tidak disuruh menghafal dialog. Jadi, kami hanya mengarahkan pemain untuk menyatakan tujuan, lalu mereka yang membahasakannya sendiri menggunakan bahasa sehari-hari.”

    Salah satu kendala dalam pembuatan film ini, Rere mengatakan, adalah mengosongkan jalanan, terutama di beberapa titik kota yang padat, seperti jalan layang. “Syutingnya susah karena biasanya subuh dan malam,” kata Nisa, salah satu pemain. Film yang mulai syuting pada November 2013 itu juga melibatkan mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, sebagai figuran.

    SUTRISNO ZULKIFLI

    Judul Film : Bombe'

    Sutradara : Syahrir Arsyad Dini

    Pemain : Zaki, Kayla, Aya, Nisa, Seysa, Yudi

    Jenis Film : Drama

    Jadwal Tayang : Panakkukang dan Studio XXI | 12:30 | 14:30 | 16:30 | 18:30 | 20:30 |

    Berita lain:
    Pengusaha dan Pejabat Ini Sambut Jokowi di Beijing
    Di APEC, Jokowi Promosi Visi Maritim Indonesia  
    Guru Ngaji Ini Sodomi 27 Murid SD di Tasikmalaya  




     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto