Arti Tak Berkewarganegaraan Versi Angelina Jolie  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angelina Jolie disebut buruk dalam adegan berciuman oleh lawan mainya, aktor James McAvoy dalam film Wanted. Menurut McAvoy ia merasa aneh, berkeringat dan tidak baik saat harus melakukan adegan ciuman bersama aktris ini. Ethan Miller/Getty Images

    Angelina Jolie disebut buruk dalam adegan berciuman oleh lawan mainya, aktor James McAvoy dalam film Wanted. Menurut McAvoy ia merasa aneh, berkeringat dan tidak baik saat harus melakukan adegan ciuman bersama aktris ini. Ethan Miller/Getty Images

    TEMPO.CO, London - Angelina Jolie berkampanye untuk mengingatkan kembali hak-hak dasar apa saja yang harus didapatkan pengungsi yang diadopsi oleh suatu negara. Jolie, 39 tahun, yang menjadi utusan khusus Komisioner Tinggi PBB untuk pengungsi mengatakan tidak memiliki kewarganegaraan adalah hal yang mengerikan.

    "Tidak memiliki warga negara berarti Anda hidup tanpa pendidikan, tanpa jaminan kesehatan, dan tanpa pekerjaan yang tetap. Sebuah kehidupan tanpa kemampuan untuk berpindah secara bebas, tanpa harapan. Tanpa kewarganegaraan adalah hal yang tidak manusiawi. Kita harus segera mengakhiri ketidakadilan ini," kata Jolie seperti dilansir Business Standar, Rabu 5 November 2014.

    Jolie menambahkan, tak punya kewarganegaraan berarti tak memiliki identitas yang legal, tidak punya paspor, tidak punya hak pilih, tidak berkesempatan untuk mendapatkan akses pendidikan. Namun dari ketidakpunyaan itu semua, Jolie mengatakan para pengungsi memiliki kekuatan tersendiri. "Mereka memiliki energi yang sebetulnya dapat dipergunakan oleh negara untuk segera membuat mereka memiliki kewarganegaraan," kata Jolie.

    Kampanye 10 tahun sekali yang diluncurkan PBB ini didasari atas meningkatnya orang-orang yang tidak memiliki kewarganegaraan. Kampanye dengan tajuk "I Belong" mendorong negara-negara untuk mengambil tindakan mengakhiri jumlah orang tanpa warga negara dalam tempo 10 tahun.

    Dilansir dari Daily Sabah pada Rabu, 5 November 2014, Komisaris Tinggi PBB untuk masalah pengungsi, Antonio Guterres mengatakan semua negara punya kesempatan bersejarah dalam 10 tahun ke depan untuk mengakhiri dan memberi harapan bagi jutaan pengungsi. "Kita tidak boleh gagal dalam misi ini," ujarnya.

    Setiap 10 menit ada anak lahir di lima negara di dunia, tanpa pendaftaran kelahiran di pengasingan. Gutteres menekankan perlunya membantu masyarakat internasional yang tak memiliki kewarganegaraan.



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.