Taylor Swift Bakal Pecahkan Rekor Britney Spears

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Taylor Swift tampil dalam konser 1989 Secret Session with iHeartRadio, Senin 27 Oktober 2014, di New York, Amerika Serikat. Kevin Mazur/TAS/Getty Images for TAS

    Taylor Swift tampil dalam konser 1989 Secret Session with iHeartRadio, Senin 27 Oktober 2014, di New York, Amerika Serikat. Kevin Mazur/TAS/Getty Images for TAS

    TEMPO.CO, Jakarta - Album teranyar diva muda Taylor Swift, 1989, diprediksi akan terjual lebih dari 1,3 juta kopi pada akhir pekan ini. Bila Swift mampu menembus angka tersebut, dia akan mencetak rekor sebagai penyanyi wanita dengan penjualan album terbanyak dalam sepekan. Rekor yang sama saat ini masih dipegang oleh Britney Spears.

    Album Spears "Oops!...I Did It Again", yang dirilis pada 2000 lalu masih menempati posisi pertama penjualan album terbanyak oleh penyanyi wanita. Nielsen SoundScan mencatat, Spears berhasil menjual album sebanyak 1,319 juta kopi pada pekan pertama setelah dirilis.

    Tidak hanya memecahkan rekor Spears, album yang dinamai sesuai tahun kelahiran Swift ini juga digadang-gadang akan menjadi album dengan penjualan terbanyak dalam sepekan sejak 2002. Sebelumnya, rapper kulit putih Eminem yang berhasil menjual albumnya "The Eminem Show" sebanyak 1,322 juta kopi pada pekan pertama dirilis.

    Swift yang sebelumnya dikenal sebagai penyanyi aliran country mencoba gaya musik pop pada album 1989 ini. Lagu utama dalam album tersebut berjudul "Shake It Off" yang sedikit menyinggung mantan-mantan pacar Swift. Penyanyi yang melejit lewat lagu "Red" ini memang dikenal suka gonta-ganti pasangan. Pentolan One Direction, Harry Styles dan John Mayer adalah beberapa di antaranya.

    MOYANG KASIH DEWIMERDEKA | TIME

    Berita lain:
    Ini Fasilitas Kamar Kos Raden Nuh 
    @TrioMacan2000 Mengaku Tahu Korupsi Ahok
    Raden Nuh Ditangkap, Asatunews Tak Update Berita




     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.