Ketika 100 Penulis Makassar Bertemu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyair asal Australia, Omar Musa membacakan karya puisi berjudul

    Penyair asal Australia, Omar Musa membacakan karya puisi berjudul "My Generation" dalam acara Makassar Internasional Writers Festival (MIWF) 2012 di Benteng Rotterdam, Makassar, Sulsel, (13/6). ANTARA/Dewi Fajriani


    Hasrullah mengaku bisa menyampaikan banyak hal lewat karya tulisnya. Total sudah tiga buku kumpulan tulisannya yang telah diterbitkan. “Menulis itu ibadah. Dimulai dengan bismillah,” ucapnya.

    Pengalaman yang dibagi Rusdin Tompo, penulis buku puisi Tuhan Tak Sedang Iseng, berbeda. Rusdin mengungkapkan bahwa awalnya ia bercita-cita menjadi seniman. Adapun kebiasaan menulis telah ia mulai sejak duduk di bangku kelas IV sekolah dasar. Saat itu, Rusdin mengisahkan ia sudah kerap membahas tentang sastra bersama temannya. “Coba pikir, anak SD diskusi tentang sastra,” kata Rusdin.

    Kini, tulisannya beragam, termasuk puisi. Namun belum semua karyanya dipublikasikan. “Terutama puisi cinta, koleksinya cukup banyak,” ujar Rusdin, diikuti gelak tawa dari peserta yang hadir pada siang itu.

    Anil Hukma, seorang penulis perempuan, ikut berbagi cerita. Mantan Pemimpin Redaksi Mimbar Inspirasi ini memiliki pangkal pengalaman menulis saat duduk di bangku SMP. Kebiasaan menulis lahir setelah dia gemar membaca. “Karena suka sekali membaca, saya sampai diberikan kunci perpustakaan sekolah,” katanya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.