Ketika 100 Penulis Makassar Bertemu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyair asal Australia, Omar Musa membacakan karya puisi berjudul

    Penyair asal Australia, Omar Musa membacakan karya puisi berjudul "My Generation" dalam acara Makassar Internasional Writers Festival (MIWF) 2012 di Benteng Rotterdam, Makassar, Sulsel, (13/6). ANTARA/Dewi Fajriani

    TEMPO.CO , Makassar: Hasrullah mengungkit kembali sebagian dari pengalaman pahit yang dialaminya empat tahun lalu. Pada Maret, rumahnya habis dilahap api. Itu bukan kebakaran biasa karena kelalaian ataupun korsleting listrik. Rumah Hasrullah hangus karena dibakar oleh beberapa orang. “Tak usah saya cerita siapa pelakunya. Yang terpenting, saya tahu orang-orang yang terlibat,” kata Hasrullah.

    Pengalaman itulah yang dipilih Hasrullah untuk dibagi dalam acara “Temu 100 Penulis Makassar”, yang digelar di Gedung Training Center, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, oleh mahasiswa Jurusan Jurnalistik, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Alauddin Makassar, Sabtu pekan lalu. “Itulah konsekuensi dari menjadi penulis,” kata akademikus Universitas Hasanuddin ini.

    Ceritanya memang tidak utuh, tapi trauma bisa tergambar jelas. Hasrullah mengaku saat itu ia baru saja mengkritik pemerintah. Tapi pembakaran dan kehilangan rumah tak lalu memutus hasratnya untuk tetap menulis.

    Hasrullah mengatakan mulai senang menulis sejak 1983. Diawali dengan coba-coba mengirim artikel ke media lokal, saat ini, dia mengungkapkan, “Saya punya 400 tulisan yang telah diterbitkan, mulai dari media lokal hingga nasional.”


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.