Bulan Bahasa, Tiga Sastrawan Diberi Penghargaan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi buku. Sxc.hu

    Ilustrasi buku. Sxc.hu

    TEMPO.CO, Jakarta -Sebagai puncak acara peringatan Bulan Bahasa tahun ini, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan penghargaan kepada tiga sastrawan. Ketiganya adalah Joko Pinurbo, Nirwan Dewanto, dan Leon Agusta.

    Penghargaan Sastra Badan Bahasa ini telah diberikan pada Kamis, 30 Oktober 2014 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara.

    “Penghargaan ini diberikan untuk sastrawan yang konsisten berkarya, karyanya berbobot, serta membuka wawasan masyarakat akan sastra,” ujar Dad Murniah, Kepala Subbidang Bantuan Teknis, Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, ketika dihubungi via telepon, Jumat, 31 Oktober.

    Joko Pinurbo menjadi pemenang pertama lewat kumpulan puisinya yang bertajuk Baju Bulan. “Beberapa tahun lalu Joko Pinurbo juga pernah mendapatkan perhargaan serupa,” ujar Murniah menambahkan. Ia juga menyebutkan bahwa Joko Pinurbo nantinya akan diberangkatkan ke Thailand, untuk menghadiri Penghargaan Penulis Asia Tenggara, atau South East Asia Writers Award.

    Sementara itu Leon Agusta meraih juara kedua lewat kumpulan puisi Gendang Pengembara, dan Nirwan Dewanto dengan Buli-Buli Lima Lelaki mendapat juara ketiga. 

    Para pemenang ini dipilih dari 30 nominasi karya sastra yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir. Adapun dewan juri yang melakukan penilaian antara lain Melani Budianta, Seno Gumira Ajidarma, Linda Christianty, dan F. Rahardi.

    Selain penghargaan ini, kegiatan Bulan Bahasa lainnya yang digelar oleh Badan Bahasa adalah Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional yang dimenangkan oleh SMAN 2 Barru dari Sulawesi Selatan. Digelar juga pemilihan Duta Bahasa, yang pemenangnya berasa dari Bali yaitu Ayu Ladah Carolina dan Made Adi Suadnyana.

    RATNANING ASIH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.