Tur Asia Tenggara, Penari Inggris Pentas di Solo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penari menghadiri gladi resik acara

    Penari menghadiri gladi resik acara "THE Wyld" di Friedrichstadt-Palast, Berlin, Jerman, 23 Oktober 2014. Sepuluh koreografer bekerja dengan 60 penari dari perusahaan terbesar acara balet dunia untuk menciptakan tontonan panggung flamboyan. Nama acara, "THE Wyld", diambil dari sifat manusia dalam keragaman. REUTERS/Hannibal

    TEMPO.CO, Jakarta - Kelompok tari James Cousins Company dari Inggris akan menyajikan sepasang karya tari di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, Rabu malam, 29 Oktober 2014. Pementasan tersebut menjadi bagian dalam tur yang dilakukan oleh kelompok tersebut ke Asia Tenggara.

    Koreografer pertunjukan, James Cousins, mengatakan bahwa mereka akan membawakan dua repertoar tari, masing-masing berjudul "There We Have Been" dan "Without Stars". "Keduanya terinspirasi dari novel berjudul Norwegian Wood," katanya saat ditemui di ISI Solo, Selasa, 28 Oktober 2014. Novel tersebut ditulis oleh Haruki Murakami asal Jepang.

    Menurut dia, tari kontemporer berbasis gerakan balet tersebut akan menonjolkan kelenturan tubuh serta keseimbangan badan. Dalam salah satu karyanya, dia akan mempertontonkan keindahan gerakan sepasang penari. Salah satu penari tidak menginjak panggung selama pertunjukan.

    Kedua tarian tersebut mengambil tema cinta, kehilangan, dan pertemanan yang diambil dari bagian novel Norwegian Wood. Pihaknya akan menghadirkan sajian yang bebas dari gangguan sehingga tidak memperkenankan adanya pemotretan selama pertunjukan berlangsung.

    Country Director British Counsil di Indonesia Sally Goggin menyatakan bahwa mereka cukup tertarik mendatangkan tarian tersebut ke Kota Solo. "Solo terkenal dengan warisan budaya tari dan seni berkualitas tinggi," katanya. Dia berharap karya dari koreografer Inggris itu bisa memberikan nuansa baru untuk pertunjukan seni di Kota Solo.

    James Counsins merupakan korografer lulusan London Contemporary Dance School yang telah menghasilkan berbagai karya tari. Koreografer yang pernah mendapat penghargaan Matthew Bourne itu juga sempat menjadi penari profesional untuk Yolande Yorke-Edgell, Rachael Mossom, dan Marc Brew Company.

    Dua karya berjudul "There We Have Been" dan "Without Stars" itu juga akan dipentaskan di Ciputra Hall Surabaya, 1-2 November mendatang. Selain di Indonesia, karya itu juga dipentaskan di Malaysia, Vietnam, dan Filipina.

    AHMAD RAFIQ

    Terpopuler

    Cakra Khan: "Ibu Susi Nyentrik dan Modis"

    Susi Pudjiastuti Jadi Menteri, Cakra Khan Bangga

    Oscar Lawalata Jatuh Cinta dengan Tenun Timor

    Jadi Diri Sendiri Ala Tri Handoko

    Victoria Beckham Pengusaha Perempuan Terkaya


     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.