Victoria Beckham Pengusaha Perempuan Terkaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Victoria Beckham berpose di tangga butik perdananya di London. Ia tidak ingin butiknya terlihat sama seperti butik lainnya. Dailymail.co.uk

    Victoria Beckham berpose di tangga butik perdananya di London. Ia tidak ingin butiknya terlihat sama seperti butik lainnya. Dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Victoria Beckham dinobatkan sebagai pengusaha perempuan terkaya. Ia disebut sebagai pengusaha tersukses di Inggris. Dilansir Femalefirst, Selasa, 28 Oktober 2014, perancang yang telah menjadi ikon di dunia fashion ini berada pada posisi teratas melampaui nama pebisnis laki-laki dan perempuan lainnya.

    Kekayaan perempuan yang biasa dipanggil Vic itu diperoleh dari omset usaha VB yang meningkat drastis dari 1 juta euro menjadi 30 juta euro dalam lima tahun. "Dia punya bisnis yang nyata, bakat desain, dan mengetahui bagaimana menguasai pasar membuatnya menjadi ikon fashionista selebriti," kata Andrew Saunders dari Management Today Magazine yang menyusun daftar tersebut pada The Daily Telegraph. "Dia membuat sesuatu yang nyata, dari dia sebagai seleb sampai menjadi desainer. Usahanya layak untuk dirayakan."

    Vic telah merintis kariernya dari bawah. Pada 2008 lalu, Vic meluncurkan label Eponymous sampai akhirnya membuka butiknya dengan beberapa cabang di London. Menurut Management Today, Vic saat ini memiliki kekayaan pribadi sebesar 210 juta euro, yang mendorong Vic berada pada posisi pertama sebagai pengusaha tersukses Inggris.

    Pada posisi kedua diduduki oleh Amit & Meeta Patel, pendiri Pharmaceutrical Auden McKenzie. Adapun posisi ketiga ditempati Mahmud Kamani sebagai pendiri Boohoo.com.

    RINA ATMASARI | FEMALEFIRST

    Berita Lain:
    Smartfren Luncurkan Seri Terakhir Keluarga G
    Baterai Sony Xperia Z3 Tahan Dua Hari
    Awas, Ada E-mail Spam Berkedok Peringatan Ebola


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.