Susi Pudjiastuti Jadi Menteri, Cakra Khan Bangga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti di Istana Merdeka, Jakarta, 27 Oktober 2014. Susi menjadi perbincangan di Twitter lewat aksinya saat merokok usai diumumkan menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan oleh Jokowi. TEMPO/Subekti.

    Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti di Istana Merdeka, Jakarta, 27 Oktober 2014. Susi menjadi perbincangan di Twitter lewat aksinya saat merokok usai diumumkan menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan oleh Jokowi. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO , Jakarta - Penyanyi Cakra Khan  kagum dan bangga dengan sosok Susi Pudjiastuti yang terpilih menjadi Menteri Perikanan dan Kelautan. Alasannya, baru sekali ini ada putera asli Pangandaran, Jawa Barat, menduduki posisi prestisius. "Saya sangat bangga, meskipun  tidak punya gelar seperti menteri-menteri lainnya, beliau dapat membangun bisnis yang begitu besar agar penduduk di kampung bisa kerja,"  ujar Cakra, ketika dihubungi Tempo, Senin, 27 Oktober 2014.

    Susi lahir di Pangandaran pada 15 Januari 1965. Perempuan ini sukses sebagai pengusaha dengan mendidirkan  PT ASI Pudjiastuti Marine Product, perusahaan eksportir hasil-hasil perikanan. Selain itu, Susi juga memiliki  perusahaan penerbangan Susi Air yang   mengoperasikan sekitar 50 pesawat.

    Meski sama-sama berasal dari Pangandaran, Cakra mengaku tidak terlalu kenal dengan Susi. Apalagi usia mereka terpaut jauh. Cakra saat ini baru berusia 22 tahun.  "Saya tidak terlalu dekat dengan beliau. Beberapa kali pernah bertemu, terlihat kalau Ibu Susi itu nyentrik, modis dan enak dipandang," ujar Cakra (lihat: Sosok Menteri Nyentrik, Susi Pudjiastuti).
     
    Tetang kebiasaan  Susi yang tidak bisa jauh dari rokok, bagi Cakra itu menjadi pemandangan yang wajar. Sebab kebiasaan merokok adalah hal yang lumrah di Indonesia. "Merokok itu hal yang wajar, tapi saya sendiri sejujurnya belum pernah melihat ibu Susi merokok," ujar Cakra.

    Cakra mengatakan, orang yang merokok belum tentu memiliki hasil kerja yang buruk karena merokok tidak memiliki hubungan dengan pekerjaan. "Saya tidak tahu sih aturan menjadi menteri apakah memang harus bukan dari kalangan perokok, yang penting saya yakin dengan kemampuan ibu Susi," kata Cakra (baca juga: Jadi Menteri, Susi Harus Perhatikan Nasib Nelayan).

    HERMAWAN SETYANTO

    Berita sebelumnya:
    Alumnus UI Dominasi Kabinet Kerja Jokowi-JK 

    Berapa Skor Kabinet Jokowi Menurut Kadin? 

    Dijerat Kasus HAM, Ryamizard: Mengapa Baru Sekarang?

    Empat Menteri Top Jokowi  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.