Rano Karno Sempatkan Jadi Saksi Nikah Sahabat Lama  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rano Karno menjadi saksi nikah Adinda Putri Bintang, putri produser Firman Bintang di Komplek Kejaksaan, Kreo, Tangerang, 25 Oktober 2014. dok. pribadi

    Rano Karno menjadi saksi nikah Adinda Putri Bintang, putri produser Firman Bintang di Komplek Kejaksaan, Kreo, Tangerang, 25 Oktober 2014. dok. pribadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktor, sutradara, dan produser film yang juga Plt Gubernur Banten Rano Karno mengaku senang keluar sejenak, dari kesibukannya sehari-hari. Pada Sabtu pagi, 25 Oktober 2014, atau bertepatan pada 1 Muharam, dia menjadi saksi nikah Adinda Putri Bintang, anak dari sobat kental dan lamanya, H Firman Bintang, produser film.

    Sebagai sesama orang film dan telah lama berkecimpung di industri film di awal tahun 80-an, Rano yang datang dengan pengawalan ketat, mengatakan sebisa mungkin mendatangi setiap hari penting sobat lamanya, seperti Firman Bintang, yang juga Ketua Umum Persatuan Produser Film Indonesia (PPFI) itu. (Baca: Fasilitas Staf Khusus Rano Karno Dipertanyakan)

    "Dia kawan lama saya, sudah seperti sodara malah," ujarnya seusai ijab kabul di rumah mempelai wanita di bilangan kompleks Kejaksaan, Kreo, Tangerang Kota. Oleh karena itu, sebisa mungkin, dan senang hati, Rano bersama istrinya menjadi saksi nikah.

    Rano yang harus acap menginterupsi perbincangannya dengan sejumlah kawan lamanya, yang juga hadir di hajatan itu, untuk sekadar berfoto bersama sejumlah tamu. Meski Rano tidak bisa mengikuti secara tuntas acara ijab kabul, "Tapi kehadiran saya sudah menunjukkan rasa hormat saya kepada sohibul hajat," katanya.

    EVIETA FADJAR

    Berita Terpopuler
    Sophie Ellis Bextor Suka Penonton Konser Indonesia
    Michael Buble Akan Konser di Jakarta Januari 2015
    Surabaya Gelar Pentas Jazz di Pasar Tambahrejo
    Konten Bollywood di TV Berbayar, Zee Bioskop


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.