Di Sepatu Yongki, Ada Referensi Cerita Permainan Lokal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yongki Komaladi by Hadriani P

    Yongki Komaladi by Hadriani P

    TEMPO.CO, Jakarta - Cinta kepada Tanah Air bisa diwujudkan dalam banyak cara. Yongki Komaladi, perancang sepatu, mengejawantahkan rasa cintanya kepada Nusantara dengan menyelipkan cerita tentang permainan khas Indonesia pada setiap sepatu anak rancangannya. (Baca: Yongky Komaladi: Ajak Lulusan Sekolah Mode Berbisnis

    "Saya sedih melihat anak Indonesia sekarang kalau ditanya mainannya apa. Mereka bilang game Angry Bird, Candy Crush, dan sebagainya, semua mainan gadget," kata perancang sepatu kenamaan Indonesia ini kepada Tempo, Rabu, 22 Oktober 2014, di Hotel Alila, Pecenongan, Jakarta Pusat.

    Yongki terinspirasi untuk membuat sepatu dengan menyisipkan cerita tentang permainan tradisional ketika menyaksikan keponakannya bertanya tentang permainan ular tangga.

    "Saya jadi terpikir, ini saatnya enggak sekadar bikin sepatu. Saya mesti bikin yang lain buat anak Indonesia generasi penerus," kata pria bertubuh tinggi ini.

    Walhasil, Yongki melakukan kerja ekstra. Ia mulai rajin melakukan riset tentang permainan tradisional Indonesia. Pekerjaan ini bukan soal mudah baginya, sebab data yang dia dapat sangat terbatas dan tidak banyak referensi dari dalam negeri yang membantunya.

    Namun Yongki tak kenal menyerah. Pelan-pelan dia mendapatkan banyak cerita seputar permainan tradisional anak Indonesia.

    "Hasilnya, saya bisa memiliki referensi permainan anak, seperti petak umpet, benteng, gasing, kuda bisik, enggrang, tok kadal, congkal, bekel, dan masih banyak lagi," kata Yongki. (Baca: Tren Wedges Kembali Lagi)

    Cerita tentang permainan anak Indonesia itu ditulis dengan disertai gambar lalu disematkan pada produk sepatu dan sandal anak yang dijual Yongki.

    "Saya sih punya harapan, anak yang beli produk saya melihat ada referensi menarik lalu tanya ke mamanya dan sama-sama mencari tahu permainan khas Indonesia. Ini salah satu cara saya mencintai negeri ini. Supaya generasi mendatang tidak terputus pada akarnya, termasuk permainan tradisional sebagai salah satu heritage atau kekayaan Indonesia," ucap Yongki dengan nada serius. (Baca: Sepatu Indonesia Berpotensi Menuju Pasar Dunia)

    Kegiatan seperti ini sudah dilakukan Yongki sejak memproduksi sepatu dan sandal untuk anak-anak pada pertengahan 2014. 

    HADRIANI P.

    Terpopuler
    Orang Indonesia Lebih Doyan Olahraga Jempol 

    Koleksi Biyan Buka Bazaar Fashion Festival 2014

    Didi Budiarjo Diminta Rancang Baju Istri Ahok

    Pasar Indonesia dan IPMI Trend Show Resmi Dibuka

    Cara Nigeria Melawan Ebola  







     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.