Anwar: Pendukung Prabowo Akhirnya Terima Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anwar Fuady. dok TEMPO/Arie Basuki

    Anwar Fuady. dok TEMPO/Arie Basuki

    TEMPO.COJakarta - Aktor senior Anwar Fuady takjub dengan animo masyarakat hari ini. Animo yang begitu besar tampak untuk menyambut pemimpin baru Indonesia. (Baca: Pada Akhir Pidato, Presiden Jokowi Teriak Merdeka)

    Aktor yang saat ini terlibat dalam sinetron Tukang Bubur Naik Haji itu juga salut pada orang-orang yang sebelumnya mendukung Prabowo.

    "Saya bangga, mereka (pendukung Prabowo) akhirnya sadar dan menerima kemenangan Jokowi. Menyadari bahwa memang Jokowi pantas untuk menjadi pemimpin," kata Anwar kepada Tempo, Senin, 20 Oktober 2014.

    Pesta rakyat hari ini memang didukung oleh semua masyarakat. Banyak relawan yang sebelumnya mendukung Prabowo ikut meramaikan dan berpartisipasi dalam menyambut Presiden Jokowi.

    "Hari ini tak ada lagi pendukung Prabowo dan tak ada lagi pendukung Jokowi. Masyarakat yang berkumpul itu memperjuangkan harapan yang sama, yaitu kepemimpinan yang bersih," Anwar menegaskan. (Baca: Pernikahaan Bella Saphira Adalah Yang Terbaik)

    Lantas, apa harapannya terhadap Jokowi? "Bukan hanya saya, tapi semua warga Indonesia pasti menginginkan para koruptor itu dibasmi," kata Anwar santai.

    Anwar menyadari bahwa Indonesia sebenarnya sangat kaya. Indonesia memiliki sumber daya alam yang banyak. Namun, sebagian penghasilan rakyat itu diambil oleh para koruptor.

    "Dengan ketegasannya, saya yakin Jokowi akan menjadi presiden yang paling banyak membasmi korupsi," kata Anwar. (Baca: Anwar Fuady Tunggu Undangan Nikah Bella Saphira)

    RINA ATMASARI

    Terpopuler
    Dracula Pun Berhati Manusia
    Tersebar, Foto Pacaran Anggota JKT48 di Medsos?
    Pesta Rakyat, Jay Subiakto Siapkan Panggung Besar
    Jay Subiakto: Makan Gratis Inisiatif Masyarakat
    Konser Rakyat Beri Kesempatan Siapa Pun Bisa Tampil



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.