Membaca Erotik Itu Perlu?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi: Nita Dian

    Ilustrasi: Nita Dian

    TEMPO.CO , Makassar: Mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Makassar duduk membentuk lingkaran di lantai. Sekitar 30 orang hadir dalam acara “Bincang-bincang Literasi” yang digelar di lantai dasar perpustakaan Universitas Hasanuddin, Rabu lalu, 15 Oktober 2014.

    Sebelum memulai perbincangan, seluruh peserta diminta menuliskan satu tema di atas selembar kertas. Lalu dipilih secara acak satu usulan. Satu yang terpilih itu mengangkat tema “Waktu mahasiswa lebih banyak dihabiskan menonton film ‘bokep’ (porno) daripada membaca.”

    Tema ini langsung saja menghadirkan banyak persepsi. Ibe S. Palogai, mahasiswa sastra Universitas Hasanuddin, misalnya. Dia beranggapan bahwa tontonan yang disajikan di layar televisi nasional lebih parah daripada film porno. “Buat saya, film Korea itu kategori ‘bokep’, lebih parah lagi sinetron Ganteng-ganteng Serigala,” katanya.

    Irsan—mahasiswa Universitas Islam Negeri Alauddin—juga menilai tayangan-tayangan sinetron sangat tidak mendidik. Adapun membaca, kata dia, dinilai belum menjadi sebuah kebutuhan kebanyakan orang.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.