Salam 3 Jari untuk Persatuan Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jokowi bersama para pendukungnya memberikan salam tiga jari, pada saat syukuran atas terpilihnya pasangan Jokowi-JK sebagai presiden Indonesia 2014-2019 di Jakarta, 23 Juli 2014. AP/Dita Alangkara

    Jokowi bersama para pendukungnya memberikan salam tiga jari, pada saat syukuran atas terpilihnya pasangan Jokowi-JK sebagai presiden Indonesia 2014-2019 di Jakarta, 23 Juli 2014. AP/Dita Alangkara

    TEMPO.CO, Jakarta - Konser Salam 2 Jari yang digelar oleh relawan pendukung Jokowi-JK dinilai sebagai konser kebangsaan untuk mempersatukan Indonesia. Konser ini juga dianggap sebagai kampanye untuk menyambut pemimpin baru. (Baca: Konser Salam 3 Jari, Pesta Kemenangan Rakyat)

    Abdee Negara, gitaris Slank yang menjadi salah satu relawan pendukung Jokowi-JK, mengatakan para relawan memiliki alasan kuat menyebut konser Salam 3 Jari ini.

    "Dulu kami menggelar konser Salam 2 Jari untuk mendukung pasangan nomor urut dua, Jokowi-JK. Untuk konser yang digelar saat ini, masyarakat menyebut angka tiga yang merujuk kepada sila ketiga dari Pancasila," kata Abdee, Rabu, 15 Oktober 2014.

    Dengan alasan itulah para relawan kemudian menamakan perhelatan kali ini dengan konser Salam 3 Jari. Konser ini dimaknakan sebagai ungkapan rasa syukur atas terpilihnya pemimpin baru Indonesia. "Dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat, menjadi dasar dan latar belakang dalam penyelenggaran syukuran rakyat."

    Abdee berharap para pendukung Prabowo dan Jokowi  bisa menyamakan langkah untuk menyambut pemimpin baru Indonesia, Jokowi-JK. "Ini pemimpin seluruh rakyat Indonesia,"   kata Abdee dengan nada optimis. (Baca: Konser Rakyat Salam 3 Jari Libatkan Ratusan Artis)

    RINA ATMASARIO | HADRIANI P.

    Terpopuler
    Dua TV Pegang Hak Siar Pernikahan Raffi-Nagita
    Jakarta Indie Music Festival 2014 Digelar
    Ini Jadwal Acara Syukuran Rakyat Salam 3 Jari 
    Undangan Mewah Pernikahan Raffi dan Gigi


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.