Film Solit4ire Suguhkan Horor Modern tanpa Seks  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Media gathering film Solitai4re yang digarap oleh sutradara Rico Michael, 11 Juli 2014. Istimewa

    Media gathering film Solitai4re yang digarap oleh sutradara Rico Michael, 11 Juli 2014. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Layar bioskop nasional pada pengujung bulan ini bakal diisi film horor. Kisah hantu yang dikemas secara modern tanpa menyuguhkan bumbu seks ini bakal hadir dalam wujud film berjudul Solit4ire. Rencananya, film ini mulai tayang pada 23 Oktober mendatang.

    Dodo Brasco, produser dari Happyfriends, berharap film Solit4ire ini bisa mewarnai industri perfilman nasional, terutama dalam genre film horor. Sementara selama ini film-film horor kerap hadir dengan mengeksploitasi seksualitas dan erotisme wanita, ia menegaskan, hal-hal semacam itu dicoba disisihkan dalam film produksinya.

    ''Kita mencoba mengedepankan kekuatan cerita. Kami berharap penonton film ini akan menjadi takut dan trauma setelah menonton tanpa harus merasa terganggu oleh suguhan eksploitasi seksual seperti umumnya film-film horor di negeri ini,'' kata Dodo, di Jakarta.

    Solit4ire disutradarai oleh Rico Michael. Para aktor yang membintangi film ini di antaranya Karina Ranau, Mastur, Pamela Hallatu, Nico Hernawan, Simon Rama, Winnie Yanthi, Ikhsan Samiaji, serta Zulham Noor.

    Dalam Solit4ire, Rico bukan hanya berperan sebagai sutradara. Sineas yang pernah menimba ilmu di New York Film Academy itu juga menangani proses penulisan skenario. (Baca : Film Horor Solit4ire Bidik Momentum Helloween)

    Adapun untuk posisi Director of Photography (DOP), Rico mempercayakannya kepada Virlanwana. Pengambilan gambar secara hand-held camera oleh Virlan ini diyakini siap membawa para penonton masuk ke dalam atmosfer cerita yang menegangkan dan menakutkan. Teknik flash cut serta rekaman-rekaman CCTV akan hadir dalam sejumlah scene dalam film berdurasi 97 menit ini.

    Dalam film ini, Rico mendapatkan inspirasi dari tuturan kisah nyata yang telah menjadi legenda urban di sejumlah tempat. Salah satunya, tokoh hantu legendaris yang diberi nama Jack Jangkung. ''Tokoh ini memang tidak nyata, tapi sebenarnya cerita yang hampir mirip Jack Jangkung ini pernah terdengar pada masa lalu di sebuah daerah. Bentuknya mirip zombie,'' kata dia.

    Selain menghadirkan hantu Jack Jangkung, Rico menampilkan Hantu Kebaya. Diberi nama semacam ini karena sosok hantu tersebut menggunakan kebaya, yang merupakan salah satu karya kearifan lokal anak negeri. ''Kita juga mencoba memberikan pesan agar melestarikan kearifan lokal kita sendiri,'' tutur Rico.

    EVIETA FADJAR

    Berita Terpopuler
    Di Media Sosial, Anak Dhani Pamer Perut Six Pack
    Chris Martin Temui Orang Tua Jennifer Lawrence 
    Mendiang Otong Lenon di Mata Seniman Riau 
    Otong Lenon Harumkan Nama Riau


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.