Ditanya Hak & Kewajiban DPR, Anang Tak Bisa Jawab  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota DPR terpilih dari Partai Amanat Nasional (PAN) Anang Hermansyah, mengikuti Pelantikan dan Sumpah Jabatan Anggota MPR-DPR-DPD di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 1 Oktober 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Anggota DPR terpilih dari Partai Amanat Nasional (PAN) Anang Hermansyah, mengikuti Pelantikan dan Sumpah Jabatan Anggota MPR-DPR-DPD di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 1 Oktober 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Tingkah laku anggota DPR periode 2014-2019 yang baru dilantik menjadi sorotan. Salah satunya, musikus Anang Hermansyah. Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) yang terpilih dari Dapil Jawa Timur IV itu, diberitakan tak dapat menjawab pertanyaan tentang hak dan kewajiban DPR. Ia pun menjadi sindiran di media sosial.

    Hal ini bermula saat video wawancara sebuah media dengan Anang diunggah di YouTube. Sebab di dalam video tersebut, ia terlihat sangat bingung dan tidak mampu menjawab pertanyaan tentang hak anggota DPR. Sepanjang wawancara Anang justru terus balik bertanya kepada wartawan.

    Anang mengajukan rentetan pertanyaan balik, "Apa? Hak-hak apa? Kenapa itu? Apanya? Maksudnya?" kepada wartawan yang mewawancarainya. Padahal, si jurnalis telah berusaha menjelaskan maksud dari pertanyaannya. (Baca: Anang Dilantik Jadi Anggota DPR, Ini Pesan Aurel)

    Alhasil, jawaban Anang tersebut menjadi bahan risakan di Twitter. Banyak yang menilai Anang Hermansyah tidak pantas duduk di kursi Dewan. Bahkan, beberapa akun Twitter menyatakan hal tersebut sangat memalukan.

    Namun, bagi putra Presiden Pertama RI, yang juga merupakan anggota DPR-RI periode 2014-2019, M. Guruh Irianto Sukarno Putra, hal tersebut bukanlah total kesalahan Anang.

    "Ya, sebenarnya itu bukan salah artisnya. Itu salah sistemnya. Seperti kalau kalian mau jadi presiden gampang, bisa ngomong dikit, punya uang triliunan, lalu bisa jadi presiden, atau DPR. Karena sistemnya sudah seperti itu, sudah salah, tidak Pancasila," jelas Guruh saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta, Kamis, 2 Oktober 2014.

    Menurut Guruh, masyarakat harus berprasangka baik. Karena artis itu kan juga ingin memberikan dharma bakti untuk Indonesia.

    ANINDYA LEGIA PUTRI

    Berita Terpopuler
    Fardhan Ingatkan Generasi Muda Peristiwa G30S-PKI
    Nasi Goreng Penyemangat Personel Stomp
    Fardhan : Batik Itu Trendy
    Joaquin Phoenix Batal Jadi Superhero Marvel


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.