Film Keempat Atiqah dan Rio Dewanto Main Bareng  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepasang kekasih Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto berpose sebelum memberikan keterangan kepada media jelang pementasan Teater Titik Terang karya Ratna Sarumpaet (Ibunda Atiqah) di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, (25/6). TEMPO/Nurdiansah

    Sepasang kekasih Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto berpose sebelum memberikan keterangan kepada media jelang pementasan Teater Titik Terang karya Ratna Sarumpaet (Ibunda Atiqah) di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, (25/6). TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan Rio Dewanto dan Atiqah Hasiholan kembali dipersatukan dalam sebuah film berjudul Bulan di Atas Kuburan. Film karya Asrul Sani pada 1973 ini, memang akan dibuat kembali dengan melibatkan para aktris dan aktor terbaik Indonesia, seperti Rio Dewanto, Atiqah, Tio Pakusadewo, dan Donny Alamsyah.

    Film ini merupakan film keempat bagi Rio dan Atiqah main bersama. Keduanya mengungkapkan bahwa tidak ada kesulitan dalam membangun chemistry di antara mereka. "Di film ini, saya dan Rio tidak terlalu banyak scene, jadi tidak susah untuk mendalami karakter saat bersama. Rio lebih banyak scene dengan Tio Pakusadewo dan Donny Alamsyah," ujar Atiqah saat ditemui di kawasan Wijaya, Selasa, 30 September 2014. (Baca: Rio Dewanto Segera Didapuk Jadi Duta KPAI)

    Di film ini Atiqah berperan sebagai Mona, wanita gaul yang tinggal di Ibu Kota. Sedangkan Rio adalah seorang perantau yang datang dari Pulau Samosir.

    Rio dan Atiqah juga mengungkapkan bahwa komunikasi di antara keduanya tetap berjalan dengan baik saat berada di lokasi syuting atau di rumah. "Kita kalau di rumah suka intermezzo bagaimana nanti akting ke depannya. Tapi kalau ada masalah di lokasi syuting, yang pasti begitu sampai pintu rumah, seharusnya udah lepaslah," kata Rio.

    Dalam film ini, Atiqah pun diminta untuk lebih mengerti Rio karena peran yang dijalankan Rio butuh konsentrasi tinggi. Oleh sebab itu, ia meminta Atiqah untuk menelepon di saat yang tepat. (Baca: Gara-gara Kebaya, Atiqah Hasiholan Sesak Nafas)

    Keduanya pun berharap film ini bisa menginspirasi orang-orang daerah. "Bayangan mereka di Jawa itu lebih enak, padahal kan belum tentu. Kita harus manfaatkan daerah kecil kita sendiri seharusnya," kata Rio.

    Inti film ini memang menjelaskan bahwa Indonesia sangat luas dengan kekayaan yang banyak, tapi masalah di Indonesia hanya tersentralisasi di Jakarta (Jawa).

    ANINDYA LEGIA PUTRI

    Berita Terpopuler
    Jessica Dikeluarkan dari Girls' Generation?
    KPI: Waspadai 5 Tayangan Kartun Anak
    Demi Kebersamaan, Srimulat Bikin Arisan Tiap Bulan
    Hanung Degdegan di Malaysia karena Terang Bulan
    Marissa Anita Dapat Nilai 5 untuk Bahasa Inggris


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.