Siar Sinema ke Pelosok Desa Diklaim Sukses  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • lavenderbluemedia.com

    lavenderbluemedia.com

    TEMPO.CO, Malang - Film dokumenter dan film fiksi pendek diklaim berhasil merebut hati masyarakat di pelosok desa di Jawa Timur. Pemutaran dua jenis film itu saat jam tayang premium, pukul 18.00-21.00, tetap diminati warga di sejumlah desa di Kediri, Gresik, Lumajang, Jember, dan Malang.

    "Kami memperkenalkan film pendek melalui program Siar Sinema," kata Ketua Pelaksana Program Arfan Adhi Perdana dari komunitas Lentera Sinema Mandiri Malang Kota (Lensa Mata), Senin malam, 29 September 2014. (Baca: Misyatun, Siswa Rembang Jadi Sutradara Film Pendek)

    Pemutaran film dimulai sejak 13 September sampai 1 Oktober 2014. Sasaran pemutaran film dengan sarana layar tancap di lapangan terbuka ini adalah masyarakat yang tak pernah tersentuh industri film.

    Program pemutaran film keliling ini juga digunakan untuk media pendidikan dan penyebaran informasi. Film juga menjadi hiburan alternatif di antara media digital. Sedangkan film yang diputar dipilih dan menjalani swasensor yang disesuaikan dengan penonton.

    Program Siar Sinema 2014 mencakup pula pelatihan teknik pemutaran film serta resensi film bagi pelajar SMA dan sederajat. Juga digelar kompetisi film fiksi dan dokumenter pendek.

    Siar Sinema 2014 oleh Lensa Mata didukung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Perfilman Indonesia, serta komunitas film di Malang. Mereka juga melakukan upaya membangun jejaring pelaku film pendek, terutama pelajar yang tertarik dalam bidang pembuatan film.

    EKO WIDIANTO

    Terpopuler
    Telepon Hamdan Zoelva, Ini Isi Curhatan SBY  
    Koalisi Merah Putih Targetkan Revisi UU KPK
    Nurhayati: Walk-Out Demokrat Inisiatif Saya  
    Sjarifuddin Sebut Nurhayati Biang Walk-Out Demokrat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.