AgnezMo Tetap Profesional di Panggung Sekolah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Agnes Monica dalam konser bertajuk

    Penyanyi Agnes Monica dalam konser bertajuk "Save A Teen Charity Concert" pada 2 Desmber 2011 di Balai Kartini, Jakarta. Agnes merilis album greatest hits Agnes Apakah My Name pada 2 Februari 2011 yang terjual satu juta eksemplar dalam tiga bulan. dok.TEMPO/Agung Pambudhy

    TEMPO.CO, Jakarta - Pekan lalu, kemunculan Agnes Monica dalam pentas seni di SMA Negeri 3 Malang mengagetkan. Pasalnya, Agnes yang telah go international bersedia tampil dalam sebuah acara sekolah. Kemunculan tersebut banyak mengundang tanya dan cemooh. Apakah Agnes kekurangan uang hingga menerima tawaran manggung di level sekolah?

    Tapi Agnes tak malu. Dia malah mengunggah video yang menampilkan aksinya dalam acara tersebut. Video yang diunggah dua hari lalu itu memperlihatkan kemeriahan acara, juga padatnya lokasi acara.(Baca : Agnes Mo dan Siwon Super Junior Saling Merindu )

    Meski tampil dalam acara sekolah, Agnes tetap profesional. Dia tetap energik dan tampil maksimal menghibur penggemarnya yang tak hanya datang dari Malang, tapi juga kota lain di sekitarnya. "Why I do what I do...#loveandlaugh #stage #perform #AGNEZMO @myfitnezdiary," tulis Agnes sebagai judul video tersebut.

    Follower-nya melontarkan pujian terhadap video tersebut. "Yeaayyy you are my princess my quenn my ladies yo're the one," komentar mHaudar.(Baca : Agnes Monica Unggah Foto Nonton Bola Bareng Daniel)

    Agnes saat ini sedang bertarung dengan beberapa wakil Asia Tenggara di MTV EMA 2014. Selain Agnes, Indonesia juga diwakili band yang sedang dalam proses merilis album kedua, Noah.

    ALIA

    Berita Terpopuler
    Kemesraan Foto Yuni Shara Bersama Raffi dan Gigi
    Paris Hilton Habiskan Rp 2,7 Miliar untuk Berpesta
    Britney Spears Menikmati Masa Lajangnya 
    Jas Pink untuk Pernikahan Raffi Ahmad di Bali  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.